Saturday, 28 Safar 1436 / 20 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Budaya Parsel saat Puasa, Permintaan Plastik Meningkat

Wednesday, 11 July 2012, 17:43 WIB
Komentar : 0
Antara
Permintaan Parcel
Permintaan Parcel

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Tak hanya produk makanan yang kebanjiran permintaan jelang lebaran. Industri plastik juga mengalami kenaikan dengan hadirnya bulan Ramadhan.

Corporate Secretary PT Chandra Asri Suhat Miyarso mengatakan permintaan plastik naik 10 persen. Konsumsi plastik di Indonesia rata-rata 70 ribu ton per bulan.

"Semoga ini bisa mengembalikan tren agar permintaan plastik bisa naik," ujar Suhat saat ditemui, Rabu (11/7).

Ia mengatakan kenaikan permintaan disebabkan karena maraknya budaya kirim parsel dan makanan. Namun, plastik impor juga semakin banyak ditemukan di Indonesia.

Menurutnya, sejak krisis dunia, ekpor produk plastik berkurang. Indonesia, kata dia bahkan menjadi pasar peralihan ekspor negara seperti India dan Cina yang sebelumnya banyak mengekspor ke Eropa.

"Kinerja cenderung turun karena over suplay, harga menjadi turun. Eskpor ke Eropa dialihkan ke Asia Tenggara," kata dia.

Reporter : Dwi Murdaningsih
Redaktur : Hafidz Muftisany
“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu sesudah meneguhkannya….”(QS An-Nahl: 91)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gerakan Kelompok Ekstrimis, Din: Lawan dengan Ideologi
JAKARTA -- Menghadapi kelompok ekstrimis tak cukup dengan saling mengecam. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsudin menjelaskan harus ada tanding ideologi. Ia...