Kamis, 4 Syawwal 1435 / 31 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Budaya Parsel saat Puasa, Permintaan Plastik Meningkat

Rabu, 11 Juli 2012, 17:43 WIB
Komentar : 0
Antara
Permintaan Parcel
Permintaan Parcel

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Tak hanya produk makanan yang kebanjiran permintaan jelang lebaran. Industri plastik juga mengalami kenaikan dengan hadirnya bulan Ramadhan.

Corporate Secretary PT Chandra Asri Suhat Miyarso mengatakan permintaan plastik naik 10 persen. Konsumsi plastik di Indonesia rata-rata 70 ribu ton per bulan.

"Semoga ini bisa mengembalikan tren agar permintaan plastik bisa naik," ujar Suhat saat ditemui, Rabu (11/7).

Ia mengatakan kenaikan permintaan disebabkan karena maraknya budaya kirim parsel dan makanan. Namun, plastik impor juga semakin banyak ditemukan di Indonesia.

Menurutnya, sejak krisis dunia, ekpor produk plastik berkurang. Indonesia, kata dia bahkan menjadi pasar peralihan ekspor negara seperti India dan Cina yang sebelumnya banyak mengekspor ke Eropa.

"Kinerja cenderung turun karena over suplay, harga menjadi turun. Eskpor ke Eropa dialihkan ke Asia Tenggara," kata dia.

Reporter : Dwi Murdaningsih
Redaktur : Hafidz Muftisany
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar