Rabu, 18 Zulqaidah 1436 / 02 September 2015
find us on : 
  Login |  Register

Kilang Baru Pertamina Kelar 2018

Selasa, 10 Juli 2012, 17:07 WIB
Komentar : 2
desmogblog.com
Kilang minyak/ilustrasi
Kilang minyak/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -– Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengaku optimistis pembangunan dua kilang baru PT Pertamina (Persero) kelar 2018. Meski relokasi belum menemukan wilayah pasti, ia yakin kilang, yang semula dibangun di Balongan Jawa Barat dengan Kuwait Petrolium Corporation dan di Tuban Jawa Timur dengan Saudi Aramco Saudy Company Limited, selesai sesuai target.

“Kita minta 2018 tetap harus sudah selesai,” tegas Dirjen Migas Evita H Legowo saat ditemui wartawan, Selasa (10/7). Menurutnya pembangunan kilang tidak bisa ditunda karena terkait kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) domestik.

Ia pun mengaku kementerian juga sudah menargetkan pihaknya kapan feasibility study (FS) harus selesai dilakukan Pertamina. “Kita targetkan awal 2013 nanti,” jelasnya. Relokasi terpaksa dilakukan Pertamina di Balongan karena melonjaknya harga tanah di wilayah tersebut. Untuk Tuban, kurangnya luas lahan yang akan digunakan untuk pembangunan kilang termasuk petrokimia menjadi penyebab.

Pertamina mengaku kemungkinan besar kedua kilang bakal dipindahkan ke Kalimantan. Meski belum pasti, Pertamina mengatakan sedang meneliti tanah di Bontang Kalimantan Timur seluas 100 ribu hektar yang dimiliki BUMN itu.

Sementara itu, meski relokasi akan dilakukan pembahasan insentif pembangunan kilang ini dengan rekanan Pertamina masih terus berjalan. Evita mengaku pemindahan ini tidak berpengaruh pada pembicaraan yang sudah dilakukan pemerintah.

Khusus untuk insentif Kuwait Petrolium, kata Evita, permintaan insentif masih belum menemukan titik temu. “Permintaan mereka terlalu banyak,” tegasnya. Untuk insentif dengan Saudi Aramco, ia mengatakan insentif masih menunggu joint study.

Reporter : Sefti Oktarianisa
Redaktur : Dewi Mardiani
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ini Langkah Polri Amankan Pilkada Serentak
JAKARTA -- Pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak akan dilangsungkan akhir tahun ini. Guna menyiapkan pengamanan saat pilkada nanti, Polri sudah menyiapkan beberapa langkah...