Monday, 7 Rabiul Awwal 1436 / 29 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Inggris Kepincut Konsep Zakat di Indonesia

Tuesday, 10 July 2012, 12:02 WIB
Komentar : 1
www.ekonomisyariat.com
Zakat (ilustrasi)
Zakat (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Peneliti dari Universitas London, Inggris, Dr Kostas Retsikas tertarik untuk meneliti konsep zakat di Indonesia yang diatur oleh Undang-Undang No 23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

"Saya tertarik karena di Indonesia masalah kedermawanan (zakat-red) ada Undang-Undangnya," kata Kostas usai acara pembukaan rapat koordinasi nasional (rakornas) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di Jakarta, Senin (9/7) malam.

Kostas--yang mengajar di Fakultas Kajian Oriental dan Afrika Universitas London--membandingkan konsep kedermawanan di Indonesia dengan Yunani--negara asalnya.

"Di Yunani tidak ada undang-undang untuk kedermawanan, karena hal itu dilakukan berdasarkan asas-asas kemanusiaan," kata dosen antropologi Asia Tenggara itu.

Penelitian Kostas di Indonesia berjudul “Cultivating Generosity: Islam, the ‘Gift Market’, and the Middle-Class in Indonesia” dengan konsentrasi penekanan baru tentang zakat dan berbagai donasi sukarela di kalangan Muslim kelas menengah yang tinggal di Jawa.

Potensi zakat di Indonesia menurut hasil penelitian terbaru yang dilakukan BAZNAS bekerjasama dengan Fakultas Ekonomi Manajemen (FEM) Institut Pertanian Bogor (IPB) adalah sebesar Rp 217 triliun per tahun. 

Namun aktualisasinya, berdasarkan data penerimaan zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) pada semua organisasi pengelola zakat pada tahun 2010 baru mencapai Rp 1,5 triliun.

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara
Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Pencarian Air Asia QZ 8501 Masih Dilakukan
JAKARTA -- Pesawat AirAsia dengan nomor QZ 8501 dari Surabaya menuju Singapura hilang kontak pagi tadi.Diperkirakan menghilang di sekitar pulau Belitung dan Tanjung...