Jumat, 27 Safar 1436 / 19 Desember 2014
find us on : 
  Login |  Register

TNI-AL Selidiki Penyebab Kecelakaan Latihan Kapal Selam

Sabtu, 07 Juli 2012, 22:39 WIB
Komentar : 1
military-today.com
Kapal selam/ilustrasi
Kapal selam/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, SIDOARJO -- Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut TNI-AL masih melakukan penyelidikan terhadap kecelakaan pada simulasi penyelamatan kapal selam di Perairan Situbondo, yang menewaskan dua orang perwira menengah berpangkat kolonel dan mayor.

"Kami membentuk tim khusus untuk melakukan penyelidikan terkait musibah yang menyebabkan putra-putra terbaik negeri ini meninggal dunia," kata Kepala Dinas Penerangan Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) Letnan Kolonel (KH) Yayan Sugiana, saat berada di rumah duka di Sidoarjo, Sabtu malam.

Komandan Satuan Kapal Selam Koarmatim Kolonel Laut (P) Jeffry Stanley Sanggel dan seorang perwira Mayor Laut (T) Eko Indang Prabowo meninggal dalam saat mengikuti latihan SAR di perairan Pasir Putih, Situbondo, Jatim, Sabtu sekitar pukul 10.00 WIB.

Menurutnya, dalam skenario simulasi tersebut dua orang yang menjadi korban ini adalah pelaku yang akan dievakuasi dari dalam kapal selam KRI Cakra-401 yang dikomandani Letkol Laut (P) Indra Agus Wijaya itu.

"Dalam skenario tersebut ada enam orang anak buah kapal selam KRI Cakra yang ada di dalam. Diskenariokan bahwa kapal selam tersebut tidak bisa muncul ke permukaan karena mengalami suatu kendala," katanya.

Keenam orang ABK kapal selam tersebut dibagi dalam tiga sorti untuk menyelamatkan diri dari dalam kapal selam tersebut.

"Tim pertama tidak ada masalah dan berhasil keluar dari kapal selam. Akan tetapi, tim kedua mengalami masalah dan kedua perwira itu meninggal dunia," katanya.

"Kami mohon rekan-rekan media bersabar, karena kejadian kecelakaan tersebut baru terjadi hari ini. Oleh karena itu kami meminta waktu supaya penyelidikan ini bisa berjalan dengan lancar," tambahnya.

Redaktur : Hazliansyah
Sumber : Antara
Hati orang yang sudah tua dapat menjadi lupa akan usianya bila ia terlalu mencintai hidup dan harta bendanya(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Polwan Berjilbab Harus Dilindungi Negara
JAKARTA -- Pemakain jilbab untuk polisi wanita hingga kini belum menemukan titik terang. Terkait hal tersebut, Ketua umum Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsuddin...