Sabtu, 25 Zulqaidah 1435 / 20 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Petani Tembakau tak Punya Alternatif Selain Rokok

Jumat, 06 Juli 2012, 15:55 WIB
Komentar : -1
www.sudarisman.multiply.com
Petani tembakau sedang membawa hasil panen tembakaunya.
Petani tembakau sedang membawa hasil panen tembakaunya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Petani tembakau belum memiliki alternatif produk lain kecuali rokok. Wakil Ketua Umum Asosiasi Masyarakat Temakau Indonesia (AMTI) Budidoyo mengatakan selama ini 90 persen daun tembakau disuplai untuk industri rokok.

"Kalau ada produk lain selain rokok pasti posisi tawar petani tentu lebih baik," ujar Budidoyo, Jumat (6/7).

Namun, ia mengatakan sampai sejauh ini pemerintah tidak memiliki alternatif industri dengan bahan dasar tembakau. Menurutnya, pemerintah dan swasta harus melakukan penelitian yang lebih jauh agar ada pengolahan tembakau secara masif untuk produk non rokok.

Ia mencontohkan, sejumlah kecil daun tembakau diambil ekstraknya untuk diolah menjadi kosmetik. Tapi pengolahan kosmetik membutuhkan teknologi yang tinggi sedangkan kemampuan petani Indonesia belum mampu.

Terkait RPP Tembakau, AMTI mendukung pemerintah mengatur urusan pertembakauan. Menurutnya, RPP diperlukan untuk menjaga agar anak-anak tidak merokok di usia mereka yang masih muda.

Namun, dalam pembahasan RPP, AMTI meminta agar pemerintah tidak hanya memperhatikan dari sisi kesehatan saja. AMTI berkeinginan pemerintah juga bisa memfasilitasi kepentingan petani agar tetap bisa melakukan usaha.

"Kami mendukung pemerintah terapkan RPP sepanjang berimbang bagi kepentingan pabrikan produk tembakau, petani dan perokok dewasa," kata Budidoyo.

Kepala departemen advokasi AMTI Soeseno mengatakan pasar tembakau sekalin industri rokok sampai saat ini belum terbentuk. Menjual tembakau kepada industri rokok, kata dia merupakan posisi aman agar petani masih bisa hidup.

"Untuk diversifikasi produk, belum ada marketnya. Teknologi kita juga belum sampai," kata dia.

Reporter : Dwi Murdaningsih
Redaktur : Hafidz Muftisany
Celaka bagi orang yang bercerita kepada satu kaum tentang kisah bohong dengan maksud agar mereka tertawa. Celakalah dia...celaka dia. ((HR. Abu Dawud dan Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gadai SK, Jadi Cerminan Masalah RUU Pilkada?
 MAKASSAR -- Belakangan ini banyak anggota DPRD terpilih yang menggadaikan SK. Terkaiy hal tersebut pakar komunikasi politik Effendi Gazali menilai itu sebuah hal...