Tuesday, 11 Rajab 1434 / 21 May 2013
find us on : 
  Login |  Register

LIPI: Tolak Hibah, Beli Hercules Baru!

Friday, 06 July 2012, 14:24 WIB
Komentar : 3
Hercules C 130 milik TNI AU
Hercules C 130 milik TNI AU

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Staff Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan LIPI Jaleswari pramodhawardani mengatakan pemerintah lebih baik membeli pesawat hercules yang baru daripada menerima hibah. Sebab, pemberian hibah itu justru merugikan pemerintah.

"Kalau saya menilainya pemerintah harusnya membeli saja, jangan menerima hibah tersebut,"ujarnya dalam talk show DPD RI di Jakarta, Jumat (6/7).

Sebab, kata dia hibah pesawat itu justru akan menelan banyak anggaran. Bayangkan saja, untuk membawanya ke Indonesia saja diperlukan biaya yang tidak sedikit juga anggaran perbaikannya.

Sehingga, pemberian hibah ini menurutnya harus dipelajari benar-benar oleh pemerintah dan harus hati-hati. Karena ini, jelas Jelaswari bukan hanya persoalan anggaran tapi, juga pemerintah harus menilai kondisi dan kegunaan pesawat itu sendiri.

"Pemberian hibah itu juga membuat anggaran membengkak dan aharus berhati-hati soal apa dan bagaimana kondisinya,"jelasnya.

Terlebih, Jelaswari juga menilai pemerintah dalam hal ini DPR harus mengkaitkan hibah pesawat ini apakah bisa memajukan pembangunan Indonesia atau tidak.

Dia juga menjelaskan, bahwa pemerintah terkesan kurang tegas dalam menolak hibah tersebut. Padahal, seharusnya kata dia, kita harus tegas dalam memutuskan dengan melihat keadaan alutsista, tapi pengawasan berlapis juga penting, karena ini menyangkut urusan negara.

"Kita harus tegas memutuskan, apakah kita menerima hibah atau membeli,"jelasnya.


Reporter : Aghia Khumaesi
Redaktur : Hafidz Muftisany
2.680 reads
Hadis riwayat Abu Musa ra., ia berkata: Aku pernah bertanya: Wahai Rasulullah, Islam manakah yang paling utama? Rasulullah saw. bersabda: Orang yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya. (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  septa Friday, 6 July 2012, 21:42
pilihan yg pntas untuk tni,,, itu akan lbih baik,,, dri pd uangnya di grogoti koruptor gak bermoral,,,,
  rusydian Friday, 6 July 2012, 15:02
terima aja.... tapi gak usah dibenerin, buat dijadikan sparepart, minta ausie yang kirim, nanti pilotnya kita kasih ongkos pulang, gitu...
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Alhamdulillah, Malawi Bangun Universitas Islam Pertama
LILONGWE---Muslim Malawi tak lama lagi akan membuka Universitas Islam pertama di negara itu. Pembangunan kampus ini diharapkan dapat mempromosikan pendidikan modern dikalangan Muslim. Pembangunan...