Sabtu, 8 Muharram 1436 / 01 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Berburu Uang Kuno Yuk..

Kamis, 05 Juli 2012, 09:22 WIB
Komentar : 2
Antara
Uang kuno. Ilustrasi
Uang kuno. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,DENPASAR - Uang kuno baik dalam bentuk uang kertas ataupun koin, kini menjadi incaran para kolektor untuk digunakan sebagai koleksi maupun lahan bisnis.

"Saya sangat senang mengoleksi uang kuno. Ada kepuasan tersendiri dan luar biasa karena itu bisa bertahan lama serta bisa dijual kembali," kata kolektor uang kuno, H Dairie Masrip, di Denpasar, Kamis.

Ketua Asosiasi Numismatika Indonesia Daerah Bali itu memiliki ribuan koleksi uang kuno mulai dari jaman Kerajaan Majapahit hingga uang kertas Indonesia keluaran terkini.

Seperti uang kuno "Keloh" yang diperkirakan digunakan pada masa Kerajaan Majapahit pada abad ke enam masehi.

Uang dengan bentuk bulatan kecil sebesar kancing baju itu biasanya terbuat dari emas dan logam perunggu, tembaga, serta kuningan.

Lain lagi uang kuno pada jaman Kerajaan Aceh pada masa pemerintahan Raja Sultan Al Malik Al Zahir yang diperkirakan tahun 1297 masehi yang terbuat dari emas berbentuk bulatan kecil.

Sementara uang kuno paling mahal adalah uang kuno pada masa Kerajaan Hindu Jenggala yang diyakini ada pada abad ke sembilan masehi atau tahun 856 hingga 1158 masehi.

Uang itu berbentuk bulatan sebesar biji jagung dengan nama "Krishnala" terbuat dari logam emas dan perak.

Uang kuno tersebut dihargai bervariasi hingga puluhan juta rupiah tergantung tahun uang tersebut.

Selain uang kuno pada masa kerajaan, para kolektor juga mencari uang kertas yang pernah ada di Indonesia baik pada jaman penjajahan Belanda dan Jepang hingga uang tahun 1990.

Uang kertas dan koin pada masa penjajahan Belanda dengan perusahaan terkenalnya yakni "Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC)" atau Perserikatan Perusahaan Hindia Timur Belanda dan uang bergambar Bung Karno juga menjadi incaran para kolektor.

Uang kertas bergambar Bung Karno tahun 1960 tersebut dijual seharga Rp1,5 juta.

Redaktur : Hafidz Muftisany
Sumber : Antara
Janganlah kalian membenci ayah-ayah kalian. Barang siapa yang membenci ayahnya berarti ia kafir.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Soal DPR Tandingan, Ketua DPD:Tunjukkan Semangat Merah Putih untuk Indonesia Hebat
JAKARTA -- Koalisi Indonesia Hebat (KIH) membentuk DPR tandingan. Kepada wartawan, Jumat (31/10) ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman turut prihatin. Ia...