Thursday, 25 Syawwal 1435 / 21 August 2014
find us on : 
  Login |  Register

Dubes: Kemerdekaan Palestina Hanya Soal Waktu

Wednesday, 04 July 2012, 12:35 WIB
Komentar : 1
Bendera Palestina
Bendera Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Duta Besar Palestina untuk Indonesia Fariz Mehdawi mengatakan kalau kemerdekaan Palestina hanya persoalan waktu. Karena sebenarnya Palestina sudah mempunyai syarat sebagai sebuah negara dan mempunyai perwakilan di 135 negara.

Hal ini diungkapkannya dalam Konferensi Pembebasan Palestina atau International Conference For The Freedom of Al Quds and Palestine yang digelar di Bandung, 4-5 Juli.

"Memang diperlukan persatuan untuk mendukung terwujudnya kemerdekaan Palestina," ungkap Mehdawi.

Menurut Mehdawi kemerdekaan merupakan prinsip yang harus dimiliki semua negara yang di dunia. "Permasalahannya adalah seluruh dunia sudah mendapatkan kemerdekaannya, kecuali Palestina," kata dia. 

Dubes juga memuji Parlemen Indonesia yang meskipun ada perpecahan namun bersatu jika mendukung kemerdekaan Palestina.

Konferensi Pembebasan Palestina dilangsungkan di Bandung pada 4-5 Juli. Konferensi tersebut diikuti ratusan peserta yang berasal dari berbagai negara seperti Inggris, Palestina, Filipina, Malaysia, Sudan, Indonesia dan lainnya.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dalam sambutanyanya mengharapkan pelaksanaan Konferensi Pembebasan Palestina ini bisa menjadi momentum kemerdekaan Palestina.

"Konferensi ini diharapkan bisa menjadi momentum kemerdekaan Palestina. Membangkitkan kembali semangat anti penjajahan dan memupuk persatuan antara negara-negara dunia dalam memerangi penjajahan," ujar Heryawan, Rabu (4/7).

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara
Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu((QS. An Nisa 4 : 29).)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Simpatisan Prabowo-Hatta: Hasil MK Tak Sesuai Harapan, Kita Terus Berjuang
JAKARTA -- Massa pendukung Prabowo-Hatta berdatangan menuju Mahkamah Konstitusi (MK). Irfan Sanusi selaku koordinator massa mengaku tujuan mereka datang adalah untuk mengawal keputusan...