Tuesday, 9 Sya'ban 1434 / 18 June 2013
find us on : 
  Login |  Register

Indonesia Batalkan Pembelian Tank Belanda

Wednesday, 04 July 2012, 05:31 WIB
Komentar : 27
fineartamerika.com
Tank Leopard buatan Jerman
Tank Leopard buatan Jerman

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Pemerintah akhirnya bersikap. Setelah berbulan-bulan menunggu kepastian dari Belanda, Indonesia memutuskan membatalkan kesepakatan pembelian 100 unit tank Leopard, pada Selasa (3/7). Penantian selama itu hanya untuk mendapat persetujuan dari Parlemen Belanda.

Pemerintah Belanda berencana menjual tank-tanknya untuk membangun pesawat tanpa awak. Namun mayoritas partai di parlemen menentang kesepakatan itu karena menanggap Indonesia memiliki jejak rekam buruk dalam hak asasi manusia. Salah satu isu yang kencang disorot ialah penanganan HAM di Papua.

"Kami sangat kecewa karena kami serius ingin membeli tank dari Belanda," ujar staf Kementrian Pertahanan, Hartind Asrin.

"Pemerintah Belanda setuju dengan kesepakatan itu, namun parlemen Belanda terus membuat kami menunggu. Tidak ada persetujuan setelah delapan hingga sembilan bulan menunggu, jadi pekan lalu kami batalkan," ujarnya.

Sebagai ganti, Indonesia kini membidik tank Leopard desain dari Jerman. Bahkan menurut Asrin, 14 unit tank Jerman diharapkan telah tiba di Indonesia pada akhir tahun.

Hubungan

Pengamat dari Clingendael international institute, Kees Homan, mengatakan ia cukup yakin hubungan antara Belanda dan mantan koloninya rusak akibat keengganan parlemen untuk menyetujui kesepakatan dagang tersebut. "Indonesia akan menghormati keputusan parlemen yang menghentikan perdagangan tersebut," ujarnya.

Namun, Menteri Luar Negeri Uri Rosenthal, dikutip oleh Volkskrant mengatakan hubungan antara dua negara telah tergores dan ia menyatakan akan melakukan upaya yang memungkinkan untuk memperbaiki kembali.

Sementara, partai berkuasa, sayap kanan Liberal menuduh Partai Buruh menerapkan standar ganda terhadap perjanjian tersebut. Anggota parlemen dari partai liberal, VVD, Han ten Broeke, kepada Radio 1 menyatakan partai Buruh pada empat dan enam tahun lalu juga bersama pemerintah ikut menyetujui penjualan kapal frigates ke Indonesia.

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : DutchNews.nl
9.135 reads
Anas Ra, pembantu rumah tangga Nabi Saw berkata, “ Aku membantu rumah tangga Nabi Saw sepuluh tahun lamanya, dan belum pernah Beliau mengeluh “Ah” terhadapku dan belum pernah Beliau menegur “kenapa kamu lakukan ini atau kenapa tidak kau lakukan ini.((HR. Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  yudho Monday, 9 July 2012, 10:32
Western/Barat itu gak punya cermin, sehingga tidak paham siapakah yang paling melanggar HAM.
  hasnul Wednesday, 4 July 2012, 22:00
dasar negara penjajah, mengajari negara yang dijajahnya tentang HAM...
  Bocah Dolan Wednesday, 4 July 2012, 20:04
Kita alihkan pembelian senjata lainnya kenegara lain, seperti Jerman, Spanyol, dll. Al Fasad, dari Partai Hijau dilarang masuk ke Indonesia.
  toro Wednesday, 4 July 2012, 17:21
:)) wah parah, sebenarnya yang melanggar HAM berat ya londo kuwi kok yo, kok malah kita yang disalahin, yowis batalkan aja .... Ayo bikin tank sendiri aja ... masak kita bisanya cuma beli?? Bahan baku banyak, orang kita juga pintar2, mending bikin aja sendiri .... Ajak tuh adik2 di ESMEMKA!!!
  budi santoso Wednesday, 4 July 2012, 16:13
setuju,, negeri kincir itu lupa, kalau mereka pelanggar ham berat terhadap kita, seharusnya mereka malu bicara ham,,,,,, kalau punya malu...........
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Awal Masuknya Islam di Vanuatu
VANUATU--Islam pertama kali masuk ke Vanuatu, pada tahun 1978, tepatnya pada Desa Melle, lewat seorang tokoh bernama Hussein Nabanga. Sebelum ke...
Content x