Sunday, 1 Safar 1436 / 23 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Tiket KA Tambahan Lebaran Sudah Bisa Dibeli

Monday, 02 July 2012, 15:51 WIB
Komentar : 2
Republika/Imam Budi Utomo
Ratusan pemudik antri untuk mendapatkan tiket kereta api saat menyambut Idul Fitri tahun lalu di Stasiun Pasar Senen, Jakarta.
Ratusan pemudik antri untuk mendapatkan tiket kereta api saat menyambut Idul Fitri tahun lalu di Stasiun Pasar Senen, Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tiket kereta api tambahan untuk Hari Raya Idul Fitri pada 19-20 Agustus mendatang sudah dapat dibeli mulai hari ini (2/7). Tiket tambahan Lebaran yang dimaksud adalah untuk KA kelas ekonomi. Pembelian tiket ini bisa dilakukan di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Kota, dan Tanah Abang.

Komandan Polsuska Stasiun Pasar Senen, Abdul Muis, mengatakan tiket KA ekonomi tambahan yang tersedia, yaitu untuk keberangkatan di bawah tanggal 16 Agustus. Oleh karena itu, dia mengatakan pembeliannya sudah bisa dilakukan mulai saat ini. ''Pemesanan juga pembelian tiket ekonomi untuk tanggal tersebut H-90 sudah bisa dibeli. Tapi maaf untuk yang tanggal 16 ke atas sudah habis,'' tuturnya.

Abdul mengatakan, untuk nama-nama KA tambahan Lebaran kelas ekonomi yang dimaksud, seperti Matarmaja Lebaran, Kutojaya Selatan Lebaran, Kutojaya Utara Lebaran, dan Kertajaya Lebaran. ''Pokoknya yang pakai 'Lebaran-lebaran' itu,'' imbuhnya.

Selain itu Abdul juga memberikan informasi, penjualan tiket KA ekonomi untuk keberangkatan hari ini di Stasiun Pasar Senen pun, sudah habis. Sebab, pembeliannya sudah dilakukan sejak tujuh hari sebelumnya. ''Kami tidak melayani pembelian untuk keberangkatan hari ini. Sampai yang tanggal 9 (Juli), juga sudah habis,'' paparnya.

Reporter : Alicia Saqina
Redaktur : Dewi Mardiani
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Menanti Janji Jokowi Soal Perdamaian Palestina
 JAKARTA -- Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis mengatakan umat muslim di Indonesia bisa ikut mendesak pemerintah agar lebih...