Minggu, 20 Jumadil Akhir 1435 / 20 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Menag: Awal Ramadhan 1433 H Bisa Berbeda

Senin, 02 Juli 2012, 04:22 WIB
Komentar : 66
Antara
Rukyatul Hilal
Rukyatul Hilal

REPUBLIKA.CO.ID, BENGKULU -- Menteri Agama RI, Suryadharma Ali mengatakan, sangat memungkinkan terjadinya perbedaan soal penetapan awal Ramadhan pada tahun ini. Pasalnya, Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah sudah sejah jauh jari memutuskan awal Ramadhan jatuh pada 20 Juli 2012.

Sementara Kementerian Agama akan menggelar Sidang Isbat antara 19 atau 20 Juli 2012 mendatang. Menteri yang juga menjabat Ketua DPP PPP itu menjelaskan, berdasarkan perhitungan badan hisab rukhyat, Kemenag belum ada kepastian terkait awal Ramadhan. (baca: Tentukan Awal Ramadhan, Kemenag Gelar Sidang Isbat)

Namun, diperkirakan puasa akan dimulai pada 21 berdasarkan itjimak (konjugsi) yang terjadi pada 19 Juli pada pukul 11.25 WIB, dengan posisi hilal sekitar 1,31 derajat. Karena hilal di bawah dua derajat, maka sulit dilakukan melalui rukhyat. Sehingga, lanjut Menag, akan mengunakan standar istikmal atau mengunakan umur bulan syakban selama 30 hari.

Ditambahkan SDA, kalau pengertian rukhyat itu sendiri adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal, atau penampakan bulan sabit yang nampak pertama kali setelah terjadinya itjimak. Apabila sudah nampak maka pada saat Maghrib waktu setempat telah memasuki bulan puasa.

Disinggung soal Muhamadiyah yang lebih dulu menetapkan awal bulan puasa pada 20 Juli 2012, menurutnya keputusan itu merupakan hak warga Muhammadiyah. "Kalau mereka lebih dulu menetapkan awal Ramadhan itu tidak apa-apa," sebut Menag menandaskan.

Redaktur : Karta Raharja Ucu
Sumber : Antara
Orang yang bahagia ialah yang dijauhkan dari fitnah-fitnah dan orang yang bila terkena ujian dan cobaan dia bersabar((HR. Ahmad dan Abu Dawud))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  asmaraningtyas Jumat, 20 Juli 2012, 15:22
sidang isbat itu cuma cerminan ketidak berdayaan pemerintah, pemerintah mau sembunyi dibalik keputusan bersama atas ketidakmampuannya. bener bener negara koplak endonesa ini
  Fakhrurozi Jumat, 20 Juli 2012, 09:54
knapa sidang isbat hanya untuk menentukan 1 ramadhan,seharusny sidang isbat untuk penentuan 1 muharam.
  chus Kamis, 19 Juli 2012, 21:59
aku takutnya pemerintah hanya mengikuti satu golongan dengan tidak mempertimbangkan golongan yang lain...harus lebih bijak lah pPemerintah ini..jangan plin-plan. mgkin alangkah baiknya tiru spt ngr timteng!!!!
  syaiful Kamis, 19 Juli 2012, 21:55
Kalau gak salah...satu2 nya sebab yang mengakibatkan perbedaan...adalah kriteria hilal sudah 'lahir'. Muhammadiyah 0drjt, Pemerintah 2drjt, internasional 5drjt dan astronom 7drjt. Jadi permasalahannya bukan antara metode hisab dan rukyah
  ravy amat Kamis, 19 Juli 2012, 19:14
harsnya dalam hal yg menentukan hal ini yaitu 1 ramadhan di pegang 1 tangan ajalah, yaitu pemerintah biar rakyat gak bingung....

  VIDEO TERBARU
Konsep SPBU ini Jadi Tren di AS
WASHINGTON -- Bayangkan, mengisi bensin sekaligus menikmati hidangan lezat yang dimasak langsung? Konsep yang sedang tren di Amerika ini memungkinkan warga memaksimalkan waktu...