Saturday, 1 Muharram 1436 / 25 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Menag: Awal Ramadhan 1433 H Bisa Berbeda

Monday, 02 July 2012, 04:22 WIB
Komentar : 67
Antara
Rukyatul Hilal
Rukyatul Hilal

REPUBLIKA.CO.ID, BENGKULU -- Menteri Agama RI, Suryadharma Ali mengatakan, sangat memungkinkan terjadinya perbedaan soal penetapan awal Ramadhan pada tahun ini. Pasalnya, Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah sudah sejah jauh jari memutuskan awal Ramadhan jatuh pada 20 Juli 2012.

Sementara Kementerian Agama akan menggelar Sidang Isbat antara 19 atau 20 Juli 2012 mendatang. Menteri yang juga menjabat Ketua DPP PPP itu menjelaskan, berdasarkan perhitungan badan hisab rukhyat, Kemenag belum ada kepastian terkait awal Ramadhan. (baca: Tentukan Awal Ramadhan, Kemenag Gelar Sidang Isbat)

Namun, diperkirakan puasa akan dimulai pada 21 berdasarkan itjimak (konjugsi) yang terjadi pada 19 Juli pada pukul 11.25 WIB, dengan posisi hilal sekitar 1,31 derajat. Karena hilal di bawah dua derajat, maka sulit dilakukan melalui rukhyat. Sehingga, lanjut Menag, akan mengunakan standar istikmal atau mengunakan umur bulan syakban selama 30 hari.

Ditambahkan SDA, kalau pengertian rukhyat itu sendiri adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal, atau penampakan bulan sabit yang nampak pertama kali setelah terjadinya itjimak. Apabila sudah nampak maka pada saat Maghrib waktu setempat telah memasuki bulan puasa.

Disinggung soal Muhamadiyah yang lebih dulu menetapkan awal bulan puasa pada 20 Juli 2012, menurutnya keputusan itu merupakan hak warga Muhammadiyah. "Kalau mereka lebih dulu menetapkan awal Ramadhan itu tidak apa-apa," sebut Menag menandaskan.

Redaktur : Karta Raharja Ucu
Sumber : Antara
'Ketahuilah, sesungguhnya bahwa malaikat tidak mau masuk ke rumah yang di dalamnya terdapat patung.(HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ini Tugas Kopassus di Era Presiden Baru
JAKARTA -- Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus telah memiliki pemimpin baru yaitu Mayjen TNI Doni Monardo. Bertepatan dengan penggantian presiden baru, ada beberapa hal...