Tuesday, 4 Jumadil Akhir 1439 / 20 February 2018

Tuesday, 4 Jumadil Akhir 1439 / 20 February 2018

'Lionel Messi' Cilik dari Indonesia beraksi di Depan Guardiola

Sabtu 30 June 2012 20:41 WIB

Rep: Citra Listya Rini/ Red: Chairul Akhmad

  Mantan pelatih sekaligus mantan pemain FC Barcelona Josep

Mantan pelatih sekaligus mantan pemain FC Barcelona Josep "Pep" Guardiola hadir dalam sebuah acara televisi di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (30/6).

Foto: Republika/Adhi Wicaksono

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Adalah Tristan Alif Naufal, bocah kecil yang dijuluki si kecil Lionel Messi dari Indonesia ini beruntung dapat bertatap muka langsung dengan mantan pelatih Barcelona, Joseph 'Pep' Guardiola.

Keduanya bertemu dalam sebuah acara talk show salah satu siaran televisi swasta di Kebon Jeruk, Jakarta, Sabtu (30/6).

Tristan tidak hanya bersapa dan berjabat tangan langsung dengan Pep Guardiola. Bocah yang tercatat sebagai murid Sekolah Sepakbola Liverpool FC International Football Academy ini menunjukkan aksi gesitnya mengolah bola di hadapan Pep.

Melihat kebolehan Tristan mengolah si kulit bundar, pelatih berkepala plontos itu pun sempat terkesima. Mengenakan kemeja kotak-kotak, Pep bahkan berkelakar bisa saja suatu hari Tristan mendapat tawaran dari Barcelona. "Barcelona akan buat tawaran untuk dia (Tristan)," seloroh dia.

Pelatih asal Spanyol ini tidak lupa berpesan kepada Tristan untuk terus berlatih sepak bola. Menurut Pep, seorang pemain bisa menjelma jadi bintang sepak bola jika terus berlatih keras dan hidup untuk sepak bola.

"Dia (Tristan) masih seorang anak kecil. Dia punya bakat untuk menguasai bola dengan kedua kakinya karena kaki kanan dan kirinya bagus. Tapi, harus sering latihan baik di jalanan, rumah atau pun sekolah," kata Pep.

Sebagai mantan pelatih klub papan atas dunia, Pep Guardiola mengatakan jika seorang pemain muda ingin menjadi pemain bintang dunia harus memiliki beberapa kriteria khusus. "Yang terpenting dalam memoles bakat pemain muda itu, mereka harus mengerti permainan, mengasah skill, dan punya passion. Jadi, bisa mencapai prestasi yang tinggi," papar pria berusia 41 tahun ini.

Bahkan, pria yang sempat merumput bersama klub di Qatar ini menuturkan, semasa kecil dirinya banyak berlatih mengolah si kulit bundar. Pep juga tidak pernah menyangka ia bisa menjelma jadi legenda sepak bola. "Saya tidak pernah membayangkan sejak kecil bisa seperti ini. Dulu itu saya hanya terus berlatih menjadi yang terbaik. Termasuk saat ketika menjadi seorang pelatih, saya terus berusaha keras," cerita Guardiola.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES