Rabu, 18 Zulqaidah 1436 / 02 September 2015
find us on : 
  Login |  Register

'Saweran KPK tidak Melanggar Undang-Undang'

Sabtu, 30 Juni 2012, 12:42 WIB
Komentar : 2
antara
Koin Untuk KPK Seorang pengendara mobil memasukan uang ke dalam kotak sumbangan yang dibawa aktivis dari Komite Penyelidikan Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KP2KKN), saat berlangsung penggalangan dana
Koin Untuk KPK Seorang pengendara mobil memasukan uang ke dalam kotak sumbangan yang dibawa aktivis dari Komite Penyelidikan Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KP2KKN), saat berlangsung penggalangan dana "Koin untuk KPK", di Semarang, Jateng, Ka

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kordinator Koalisi Masyarakat Sipil Asep Iwan Iriawan menilai, penggalangan koin untuk gedung baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak menyalahi undang-undang. Menurut dia, saweran itu merupakan hibah dan bukan gratifikasi seperti yang dilontarkan sebagian kalangan.

“Kalau gratifikasi itu kan ada unsur penyalahgunaan jabatan. Kalau ini kan bentuknya hibah kepada institusi bukan perorangan,” kata dia dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (30/6).

Mantan hakim ini mencontohkan pengalamannya saat masih bertugas di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Kala itu ruang yang ada kurang representatif untuk menggelar persidangan. Maka, ia dan rekan-rekannya sesama hakim melakukan iuran bersama untuk mengadakan sejumlah fasilitas interior.

“Kami patungan untuk beli AC dan beberapa fasilitas lain. Dan itu tidak masalah,” tuturnya.

Menurut Asep, saweran itu merupakan simbol keprihatinan masyarakat terhadap penegakkan hukum di Tanah Air. Penggalangan dana itu juga merupakan bentuk kepercayaan dan dukungan masyarakat terhadap KPK.


Reporter : Adi Wicaksono
Redaktur : Hazliansyah
Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya ketika saling berjumpa di hari Ied mereka mengucapkan: Taqabbalallahu Minna Wa Minka (Semoga Allah menerima amal ibadah saya dan amal ibadah Anda)(HR Imam Ahmad dalam Al Mughni (3/294))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ini Langkah Polri Amankan Pilkada Serentak
JAKARTA -- Pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak akan dilangsungkan akhir tahun ini. Guna menyiapkan pengamanan saat pilkada nanti, Polri sudah menyiapkan beberapa langkah...