Tuesday, 7 Zulqaidah 1435 / 02 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Berzakat tak Hanya Dengan Uang

Thursday, 28 June 2012, 15:34 WIB
Komentar : 0
Republika/
Pelayanan Dompet Dhuafa
Pelayanan Dompet Dhuafa

REPUBLIKA.CO.ID, Jakarta -- Ketika berzakat, biasanya berupa uang atau barang. Tapi untuk kali ini, Dompet Dhuafa mengadakan sebuah program unik dalam berzakat. Jika anda menggunakan ponsel dengan operator Indosat, anda bisa bisa berzakat menggunakan Poin Senyum yang telah diperoleh.

"Poin Senyum Indosat dapat disumbangkan minimal 500 poin," ujar Group Head Product Development dan Management Indosat, Sumantri Joko Yuwono, Kamis (28/6).

Poin Senyum Indosat tersebut, ia menjelaskan, diperoleh setiap kali dilakukan isi ulang pulsa, baik melalui voucher ataupun elektrik. "Setiap Rp 100, itu mendapatkan 1 poin," paparnya.

Ketika poin sudah terkumpul, maka pengguna Indosat itu bisa mendonasikan poin miliknya melalui Dompet Dhuafa. Poin tersebut menjadi sumbangan berupa zakat, infaq, dan sedekah yang akan disalurkan untuk kegiatan-kegiatan kemanusiaan Dompet Dhuafa bersama Indosat.

"Ini adalah program yang disiapkan khusus menyambut bulan ramadhan yang akan datang sebentar lagi," ujar Director and Chief Commercial Officer Indosat, Erik Meijer. Program berzakat menggunakan poin ini, akan berlangsung mulai hari ini, (28/6) hingga 27 Agustus nanti.

Tujuan adanya program ini, adalah untuk memberikan kesempatan kepada seluruh pelanggan, juga memudahkan untuk menyumbang dan bersedekah di bulan yang penuh rahmat. Program ini ada di dalam menu Berkah Info Senyum, yang merupakan bagian dari program khusus ramadhan dari Indosat.

Reporter : Rosita Budi Suryaningsih
Redaktur : Dewi Mardiani
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Normalisasi Kebijakan Fiskal AS dan Subsidi BBM Indonesia
Analis dan pelaku pasar di Amerika menunggu langkah pemerintah selanjutnya dalam menangani subsidi BBM. Investor sedang mencari kesempatan menanamkan modal, di saat bursa...