Jumat, 18 Jumadil Akhir 1435 / 18 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Triomacan2000 Ngaku ke Bareskrim Laporkan JAM Was

Selasa, 26 Juni 2012, 09:57 WIB
Komentar : 2
twitter
Akun Triomacan2000
Akun Triomacan2000

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Pemilik akun twitter Triomacan2000 menepati janjinya untuk mendatangi Bareskrim Polri terkait laporan Jaksa Agung Muda Pengawas Kejaksaan Agung, Marwan Effendy pada Selasa (26/6). Dalam kicauan-kicauannya di twitter, ia mengaku telah bertemu petinggi-petinggi di Bareskrim Polri selama satu jam.

"Sudah selesai ketemu senior-senior tadi di Mabes (Polri). Sudah kelar tadi jam 9an," kata pemilik akun twitter Triomacan2000, Selasa (26/6).

Ia mengaku telah datang ke Bareskrim Polri sebelum pukul 08.00 WIB. Karena Kapolri, Jenderal Polisi Timur Pradopo baru mulai bekerja pada jam tersebut. Ia juga mengaku kerap mengunjungi Bareskrim Polri sekitar tiga kali dalam seminggu.

"Dari dulu, saya senang silaturahmi dengan senior-senior di sana (Bareskrim Polri)," ujarnya lagi.

Para follower akun itu pun mempertanyakan apa saja yang dibicarakan pemilik akun twitter Triomacan2000 dengan petinggi-petinggi Bareskrim Polri, ia mengatakan tidak banyak yang dibahas. Ia juga diminta untuk melaporkan kembali ke Direktorat III Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri.

Pasalnya ia juga membawa data-data tentang penggelapan barang bukti kasus korupsi BRI sebesar Rp 500 miliat yang dilakukan JAM Was, Marwan Effendy. Ia memang berencana akan melaporkan balik Marwan Effendy.

"Insya Allah lanjut, saya disuruh lapor ke Dit Tipikor Bareskrim Polri untuk kasus korupsinya ME (Marwan Effendy)," ucapnya.

"Secara resmi belum kita laporkan, masih ngobrol-ngobrol ringan dulu," tegasnya.

Reporter : Bilal Ramadhan
Redaktur : Hafidz Muftisany
Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim(QS Ali Imran 3)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  Rosemarry Selasa, 26 Juni 2012, 11:19
Jangan gentar, kalau ada data proses harus jalan terus walaupun tidak ada jaminan yang dilaporin juga bersih, karena yang dilaporin mengaku menemui seniornya, kesannya dari keluarga besar yang sama.
  wanahari1 Selasa, 26 Juni 2012, 10:28
yg dilaporin punya data
yg ngelaporin bnyk duit
Endingnya bakal kecewa nggak
para penggemar