Selasa, 6 Zulhijjah 1435 / 30 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pengadaan Kitab Suci Kemenag Butuh Pengawasan Ketat

Senin, 25 Juni 2012, 16:39 WIB
Komentar : 1
Kantor Kementrian Agama RI
Kantor Kementrian Agama RI

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Saban tahun negara mengeluarkan dana puluhan miliar untuk pengadaan kitab suci. Sayangnya tak ada pengawasan ketat soal penggunaan dana tersebut. 

"Jika ini tidak diatur dengan baik bukan tidak mungkin membuka celah korupsi," kata anggota Komisi VIII Fraksi Partai Demokrat, Inggrid Kansil kepada Republika, Senin (25/6).

Inggrid mengatakan pada tahun ini anggaran pengadaan kitab suci mencapai sekitar 50,5 miliar. Dia menyesalkan munculnya isu dugaan penyelewengan anggaran kitab suci tang terjadi di Kementrian Agama. Jika terbukti benar, imbuh Inggrid, KPK harus segera menindak para pelakunya. 

"Yang bertasbihkan agama saja diselewengkan apalagi yangg bersifat umum. Perlu ditindak, dan dihukum sehingga 'tikus tikus' korupsi di Kementrian bisa mendapatkan efek jera," papar Inggrid.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi VIII Fraksi PKS, Jazuli Juwaini menyatakan Kemenag harus lebih terbuka kepada KPK. Kemenag, kata Jazuli harus melibatkan lembaga BPK, KPK, Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, UKP3R untuk memperbaiki diri.

Jazuli berharap ada akuntabilitas dan transparansi pada kerja-kerja Kemenag yang menyangkut anggaran. Caranya, menciptakan sistem pengaduan masyarakat yang efektif dan direspon cepat dan transparan (fast respon). "Biarkan publik mengawasi indikasi korupsi di Kemenag," katanya.

Sebagai lembaga yang menangani urusan agama,  Kemenag diharap bisa menjadi garda terdepan pemberantasan korupsi. Menteri Agama perlu menindak tegas jajarannya yang terbukti melakukan pelanggaran hukum. 

"Hanya dengan begitu mata rantai korupsi dapat dihentikan," ungkapnya.  

Reporter : M Akbar Widjaya
Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Laknat Allah bagi penyuap dan yang menerima suap((HR Ahmad, Abu Dawud dan at-Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Wow, Pabrik di Tuban Pekerjakan Robot
 TUBAN -- Guna mendapatkan hasil masksimal, PT. Semen Gresik (Persero) Tbk di Tuban menggunakan jasa robot. Robot tersebut digunakan untuk melakukan sampling, persiapan dan...