Selasa, 7 Zulqaidah 1435 / 02 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pesawat Militer Diminta Gunakan Black Box

Senin, 25 Juni 2012, 15:32 WIB
Komentar : 0
Fokker 27
Fokker 27

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat militer, Poengky Indarti, mengatakan bahwa pada kebanyakan pesawat militer tidak dilengkapi black box. Alasannya, karena dikhawatirkan benda yang mampu merekam aktivitas di dalam pesawat itu bisa jatuh ke tangan musuh.
 
Namun saat ini, kata dia, ada beberapa negara yang mulai menerapkan penggunaan black box pada pesawat militer. "Industri militer Iran sudah coba membuat black box untuk pesawat mereka," kata Direktur Eksekutif Imparsial tersebut, Senin (25/6).
 
Tapi, kata Poengky, langkah tersebut tidak terlalu mendapat dukungan Federal Aviation Administration (FAA). Lembaga otoritas pesawat terbang itu hanya mewajibkan penggunaan black box pada pesawat sipil. Sementara tidak untuk militer.
 
Kendati demikian, Poengky berharap, dalam melakukan modernisasi alat utama sistem persenjataan (Alutsista), pemerintah harus bisa memberikan kesempatan kepada industri strategis Indonesia untuk berkembang. Dalam hal ini bagaimana pemerintah dapat memajukan PT Digantara Indonesia (DI) untuk mampu bersaing. "Langkah pemerintah mengganti Fokker 27 dengan CN 295 memang sudah tepat," ujarnya.
 
Ke depannya, PT DI dapat mampu bersaing dan menciptakan pesawat yang mampu mendukung kinerja TNI AU. Namun, ketika ditanyai apakah CN 295 akan bernasib sama dengan CN 235 yang berhenti terbang karena kerusakan mesin, Poengky enggan berspekulasi. "Kalau mengalami kejadian serupa, memang harus di-grounded," kata dia.

Reporter : Ahmad Reza Safitri
Redaktur : Dewi Mardiani
“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu sesudah meneguhkannya….”(QS An-Nahl: 91)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar