Friday, 30 Zulhijjah 1435 / 24 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Digerebek Warga, ABG Afghanistan dan Gadis Jonggol Ketahuan Mesum

Friday, 22 June 2012, 15:21 WIB
Komentar : 0
video mesum/ilustrasi
video mesum/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, CISARUA--- Imigran yang diduga berasal dari Afganistan dilaporkan ke Mapolres Bogor karena dituduh melakukan perbuatan asusila. Remaja pria berinisial AR (16) yang diduga imigran asal Afganistan, dituduh telah melakukan perkosaan terhadap ST (16), remaja putri asal Kecamatan Jonggol, Bogor. 

 

Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh camat setempat, perbuatan tersebut bermula saat korban menghadiri resepsi pernikahan kakaknya di Kawasan Wisata Puncak pada Ahad (17/6) lalu.

Setelah itu, korban berkenalan dengan AR, lalu dikabarkan tidak pulang ke kampungnya selama tiga hari. Warga yang mencurigai AR karena membawa seorang gadis bermalam hingga beberapa hari, lalu mendobrak vila tersebut, dan menemukan kedua remaja dalam situasi mesum. "Dua hari yang lalu (20/6) baru ditemukan di sebuah vila di Desa Leuwimalang, setelah dipergoki warga," kata Camat Cisarua, Tedi Pembang, Jumat (22/6).

 

Kasat Reskrim Polres Bogor, Ajun Komisaris Imron Ermawan membenarkan adanya pemeriksaan yang dilakukan oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) terhadap seorang imigran remaja.

Namun, ia tidak dapat memastikan perihal tuduhan perkosaan yang disangkakan kepada terperiksa. Ia mengatakan kesulitan bahasa menjadi kendala bagi unitnya untuk melakukan penyelidikan. 

 

 

Reporter : Bambang Noroyono
Redaktur : Endah Hapsari
Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
FPI Jenguk Kapolsek Metro Gambir
JAKARTA --  Kapolsek Metro Gambir sempat menjadi korban aksi Front Pembela Islam (FPI) saat demo di depan Balaikota pada tanggal tiga Oktober silam....