Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Din Syamsuddin Minta Muhammadiyah Harus Galau

Kamis, 21 Juni 2012, 12:53 WIB
Komentar : 0
Antara/M Agung Rajasa
Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin mengungkapkan, Tanwir Muhammadiyah 2012 yang diselenggarakan di Kota Bandung, 21-24 Juni harus mampu bernilai strategis dalam arah pembangunan bangsa. Melalui tanwir, forum tertinggi di bawah muktamar, Muhammmadiyah siap menjadi problem solver kondisi bangsa yang kian memprihatinkan.

"Persoalan bangsa Indonesia masih menumpuk, yang membuatnya semakin berbahaya ialah sebagian dari kita tidak menyadarinya," ungkap Din dalam sambutannya di pembukaan Tanwir Muhammadiyah, Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Kamis (21/6).

Muhammadiyah sebagai elemen masyarakat madani, punya andil dan harus merasa punya tanggung jawab dengaan kondisi bangsa. Mulai dari persoalan ekonomi, pendidikan, serta isu budaya yang beberapa waktu terakhir ini memanas. "Bahasa sekarangnya, Muhammadiyah harus galau melihat kondisi bangsa," imbuhnya.

Kompleksitas persoalan bangsa, ungkap Din, tidak dapat diselesaikan hanya satu pihak. Persoalan bangsa, tidak hanya urusan pemerintah maupun partai politik. Untuk itu, tambah Din, Muhammadiyah secara terbuka siap membangun kemitraan dengan sejumlah elemen madani lainnya, untuk sama-sama menciptakan perubahan.

Din menambahkan, perjalanan satu abad Muhammadiyah, harus menjadi penyemangat Muhammadiyah terus melakukan perubahan dalam karya nyata. Tiga hal tingkatan yang terus menjadi misi Muhammadiyah, ungkap Din, yakni pembebasan, kemerdekaan, dan kemajuan. "Umat Islam harus menunjukkan diri sebagai umat terbaik," tegasnya.

Reporter : Angga Indrawan
Redaktur : Djibril Muhammad
1.621 reads
Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. (QS Al-Baqarah [2]:82)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda