Kamis, 24 Jumadil Akhir 1435 / 24 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

KAMMI Tangsel Kecam Kampanye Kondom Menkes

Rabu, 20 Juni 2012, 16:34 WIB
Komentar : -1
Antara
Demo aktivis KAMMI
Demo aktivis KAMMI

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG - Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Tangerang Selatan mengecam kebijakan Menkes Nafsiah Mboi yang akan melakukan kampanye kondom.

Ketua KAMMI Daerah Tangerang Selatan Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Tsurayya Zahra meminta kepada Menkes untuk meninjau ulang niatnya tersebut. Zahra pun mengajak masyarakat Indonesia untuk menolak kampanye Menkes yang menggantikan Alm. Endang Rahayu itu.

"Kami melihat banyak dampak negatifnya. Ide nyeleneh ini (kondom untuk remaja) lebih banyak membawa dampak buruk kepada masyarakat luas, terutama anak muda,” Kata Zahra dalam konferensi Pers yang di gelar di Sekretariat KAMMI Daerah Tangsel, Jalan WR Supratman Nomor 62, Ciputat Timur Tangerang Selatan, Rabu (20/6) siang.

Kampanye kondom, tambah Zahra dalam siaran pers yang diterima ROL, sama saja melegalkan seks bebas dan membuat remaja akan berfikir bahwa dengan kondom mereka akan aman dalam melakukan seks dengan siapapun. Akibatnya, hal ini justru memberi peluang yang besar terhadap penularan berbagai macam penyakit dan virus seperti HIV dan penyakit kelamin lainnya.

“Hanya berhubungan dengan pasangan yang sah, adalah solusi konkrit untuk masalah ini,” Ujar ibu 2 anak ini.

KAMMI Tangsel pun menilai kampanye itu akan menyesatkan pemahaman remaja akan seks. Kemudian angka penyelahgunaan kondom untuk seks bebas juga akan naik. Selain itu KAMMI menilai Menkes tidak mengerti akar penularan penyakit kelamin dan hamil diluar nikah.

"Menkes harus segera lakukan klarifikasi terkait ide gilanya itu, sebelum kami turun ke jalan (demo),” Pungkas Zahra.

Redaktur : Hafidz Muftisany
Sumber : siaran pers
Celaka bagi orang yang bercerita kepada satu kaum tentang kisah bohong dengan maksud agar mereka tertawa. Celakalah dia...celaka dia. ((HR. Abu Dawud dan Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
MUI Harapkan PPP Islah
JAKARTA -- Internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) alami perselisihan. Akan hal tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta PPP untuk segera melakukan Islah. "Pada forum...