Rabu, 23 Jumadil Akhir 1435 / 23 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Inilah Dua Hama yang Bikin Pusing Petani

Sabtu, 16 Juni 2012, 01:08 WIB
Komentar : 0
Antara
Petani sedang bekerja di sawahnya
Petani sedang bekerja di sawahnya

REPUBLIKA.CO.ID, SUNGAI RAYA---Petani Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya mengeluhkan hama burung dan keong emas yang mengganggu tanaman padi mereka yang akan memasuki masa panen.

"Mungkin ini karena pola penanaman padi kami yang dilakukan lebih awal dari daerah lain. Itu yang mengakibatkan banyak burung dan keong emas yang merusak pertanian," kata Uun Unayah, salah seorang petani.

Akibat serangan burung tersebut, dia dan beberapa petani lainnya setiap hari harus menjaga sawah mereka dari serangan hama burung itu.

"Harus kami jaga terus, karena kalau lengah sedikit saja mereka dengan leluasa memakan padi yang ditanam," tuturnya.

Untuk mengantisipasi serangan hama burung itu, dia masih menggunakan metode tradisional dengan membuat bunyi-bunyian dari kaleng. Karena hama burung tersebut datang setiap waktu.

"Tidak hanya burung, jika malam ada hama tikus juga, namun kalau tikus kita susah untuk menjaganya karena keluarnya diam-diam dan di malam hari. Kita mengantisipasi saja dengan menyebar racun tikus," katanya.

Tidak hanya itu, keong mas juga menjadi salah satu kendala petani ketika musim tanam, karena keong mas tersebut dapat merusak padi yang baru di tanam hingga ke akarnya.

"Keong mas juga menjadi salah satu hama bagi kami, karena mereka dapat merusak langsung ke batangnya. Kami juga harus waspada jika ada keong mas di persawahan, selain itu masih ada hama wereng juga yang termasuk hama bagi para petani," kata Uun.

Untuk itu, para petani yang akan melakukan pemanenan harus menjaga sawah mereka secara rutin agar tidak di rusak oleh hama yang selalu mengganggu. ''Kami harapkan pemerintah Kubu Raya dapat membantu kami, agar pertanian kami bisa diselamatkan," katanya.

Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : Antara
Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api(HR. Tirmidzi)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar