Kamis, 29 Zulhijjah 1435 / 23 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Waspada, Perakitan Senjata Api Marak

Kamis, 14 Juni 2012, 22:00 WIB
Komentar : 0
Antara
 Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polda Metro Jaya berhasil mengungkap industri rumahan tempat senjata api rakitan diproduksi di daerah Cipacing, Jawa Barat, Jumat (7/6).

Namun demikian, polisi tidak menutup kemungkinan akan keberadaan industri serupa yang memasok senjata bagi para pelaku kejahatan di Jakarta.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, menjelaskan, serangkaian tindak kejahatan dengan senjata api yang terjadi belakangan ini mengisyaratkan bahwa masih adanya peredaran senjata ilegal di masyarakat.

Artinya, ujar dia, masih ada pengrajin senjata api rakitan lain yang memenuhi pesanan para pelaku kriminalitas.

Berdasarkan pertimbangan itu, ujar Rikwanto, tidak tertutup kemungkinan akan keberadaan industri lain yang masih aktif. Untuk itu, ungkap dia, polisi akan terus menelusuri keberadaan pengrajin senjata api lainnya.

Rikwanto pun menambahkan, penelusuran industri pembuatan senjata api rakitan itu juga disertai dengan penyelidikan pasokan peluru tajam. Sejauh ini, ucap dia, peluru tajam diperoleh dari pengrajin senjata api yang memberikan bonus peluru tajam bagi para pembelinya.

"Bisa jadi peluru itu diperoleh dari eks konflik atau pun penyelundupan dari luar negeri, namun demikian, kami akan tetap telusuri itu," ujar Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Kamis (14/6)

Reporter : Asep Wijaya
Redaktur : Hafidz Muftisany
Barang siapa yang mentaatiku berarti ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang mendurhakai perintahku, maka berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa yang mematuhi pemimpin berarti ia telah mematuhiku dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin berarti ia telah mendurhakaiku(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Zulkifli Hasan: Halal Itu Budaya Indonesia
JAKARTA -- Predikat negara dengan penduduk mayoritas Islam terbesar di dunia, membuat produk halal menjadi sesuatu yang penting di Indonesia. Bahkan Ketua MPR...