Senin, 21 Jumadil Akhir 1435 / 21 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Inilah Profil Menteri Kesehatan Baru

Rabu, 13 Juni 2012, 19:28 WIB
Komentar : 6
Teguh Indra/Republika
Nafsih Mboi sebagai Menteri Kesehatan
Nafsih Mboi sebagai Menteri Kesehatan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Akhirnya jabatan menteri kesehatan kembali terisi. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan dr. Nafsiah Mboi, SpA, MPH sebagai menteri kesehatan 2012 - 2014 menggantikan almarhumah Endang Rahayu Sedyaningsih, Rabu (13/6).

Nafsiah Mboi adalah dokter spesialis anak yang juga ahli kesehatan masyarakat. Ia mengenyam pendidikan mulai di Indonesia, Eropa dan Amerika.

Nafsiah memiliki pengalaman karir panjang. Ia menjadi pegawai negeri di Departemen Kesehatan sejak tahun 1964 hingga 1998, kemudian anggota DPR (1992-1997), setelah itu pegawai Perserikatan Bangsa-bangsa (1999-2002), tepatnya  Direktur Department of Gender and Women's Health di World Health Organization Pusat di Jenewa, Swiss.

Nafsiah lahir di Sengkang, Sulawesi Selatan pada 14 Juli 1940. Ia mengambil spesialisasi dokter anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada 1971. Sedangkan gelar Master of Public Health diperoleh dari Prince Leopold Institute of Tropical Medicine, Antwerp, Belgia pada 1990.

Karena dedikasinya pada dunia kesehatan ia dianugerahi penghargaan dari dalam dan luar negeri. Beberapa penghargaan yang diperolehnya antara lain Ramon Magsaysay Foundation Award for Government Service dari Ramon Magsaysay Foundation, Manila, Filipina (1986), Satya Lencana Bhakti Sosial dari Presiden Republik Indonesia (1989), Fellow of the Australia-Indonesia Institute (1993), Asia HRD Congress (2008) dan Soetomo Tjokronogoro yang diberikan oleh PB-IDI (2009).

Nafsiah menikah dengan Brigjen purn Ben Mboi yang juga mantan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka dikaruniai tiga orang putra dan lima cucu. I

Sejak menjadi pegawai negeri pada 1964 di Departemen Kesehatan, berbagai tugas pernah diembanny. Ia pernah menjadi Kepala Rumah Sakit Umum, Ende, Flores (1964 -1968), Kepala Seksi Perijinan Kantor Wilayah Departemen Kesehatan NTT, Kupang (1979 -1980), Kepala Bidang Bimbingan dan Pengendalian Pelayanan Kesehatan Masyarakat (BPPKM) pada Kantor Wilayah Departemen Kesehatan NTT, Kupang (1980 - 1985).

Selain jabatan karir, Nafsiah pernah menjadi anggota DPR/MPR RI (1992 ?1997), Ketua Komite PBB untuk Hak-Hak Anak (1997 - 1999), Direktur Department of Gender and Women?s Health, WHO Switzerland (1999 -?2002) dan Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (2006 - sekarang).  Lebih dari 70 karya dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris telah dipublikasikan. Sebanyak 20 di antaranya adalah makalah dan artikel. 

Wanita itu juga dikenal sebagai sukarelawan dan pekerja masyarakat sejak masih berstatus sebagai pelajar. Selain itu, ia juga dikenal sebagai aktivis bidang keluarga berencana dan selanjutnya mendedikasikan diri bagi upaya penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia.

Komitmennya dalam antidiskriminasi dan kesetaraan di masyarakat mengarahkan Nafsiah menjadi aktivis hak-hak azasi manusia. Ia menjadi salah satu pendiri Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia, anggota Komnas HAM dan Wakil Ketua Komnas Perempuan.

Selama ini ia terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang menitikberatkan pada pemberdayaan perempuan, kesetaraan gender dan hak-hak anak. Ia terjun ke semua area tersebut saat memimpin PKK, BK3S dan organisasi lain selama 10 tahun bekerja di NTT (1978-1988) saat suaminya menjabat sebagai gubernur.

Reporter : Ani Nursalikah
Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
"Orang munafik adalah orang yang banyak mencela, dan merasa dirinya lebih baik dibandingkan saudaranya"((HR Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  Pratu Apandi Sabtu, 26 Januari 2013, 11:13
Ibu MenKes sy pratu apandi,sy dan temen-temen mengucapkan terima kasih banyak atas bingkisan/hadianya dari Ibu MenKes,uda nympe Yon Armed 5/105 Tarik dan kami uda terima bingkisannya.sekali lagi kami mengucapkan terima kasih.
  jinjun Senin, 25 Juni 2012, 22:28
Dulunya Islam lalu pindah ke Katolik stlh kawin,kl tdk salah info
  dadoel Jumat, 15 Juni 2012, 19:09
boleh tau apa agama bu menkes? sebelum dan sesudah kawin dengan ben mboi... biar lengkap profilnya
  dadoel Jumat, 15 Juni 2012, 19:02
boleh tau, bu nafsiah ini agamanya apa? sebelum dan setelah kawin dengan ben mboi... wajar kan kalo CV memuat agama seorang pejabat...

  VIDEO TERBARU
Fitur Kamera Jadi Pertimbangan Memilih Ponsel Pintar
AKARTA-- Fitur kamera yang tinggi menjadi salah satu pertimbangan seseorang memilih ponsel pintar. Untuk itu, Acer Liquid E3 menjadikan kamera sebagai salah satu...