Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

SBY: Subak Segera Menjadi Warisan Dunia

Senin, 11 Juni 2012, 06:53 WIB
Komentar : 0
in-tourism.com
Persawahan di Bali dengan sistem irigasi subak

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengharapkan sistem irigasi khas Bali atau yang dikenal dengan Subak dapat segera diakui sebagai salah satu warisan budaya dunia oleh Unesco.

Saat menyampaikan pidato dalam pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-34 di Pusat Kebudayaan Bali di Denpasar, Minggu (10/6) malam, Kepala Negara mengatakan budaya Subak merupakan manifestasi dari filosofi masyarakat Bali.

"Sudah direkomendasikan masuk dalam daftar warisan dunia," kata Presiden.

Kepala Negara mengharapkan dalam sidang Unesco akhir Juli mendatang di St Petersburg Rusia, Subak dapat ditetapkan sebagai salah satu warisan dunia.

Presiden didampingi Ibu Negara membuka PKB pada pukul 20.00 WIB. Acara berlangsung di Panggung Terbuka Ardha Candra.

Didampingi Ibu Negara, Presiden juga menyaksikan pembukaan PKB ke-34 yang ditandai dengan pagelaran Oratorium Purusadha Santa di Pusat Kesenian Bali Ardha Candra, Denpasar, Minggu malam.

Sebelumnya, Presiden menyaksikan pawai kendaraan hias dan penampilan kesenian dari 18 kontingen yang meramaikan pawai tersebut.

Presiden membuka pawai dengan membunyikan instrumen musik pertanian "Okokan" didampingi oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari E Pangestu dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh.

Pada Senin (11/6) pagi, Presiden dijadwalkan bertolak menuju Jakarta setelah melakukan serangkaian kunjungan kerja ke Provinsi Maluku dan Bali.

Di Maluku, Presiden membuka MTQ ke-34 tingkat nasional, sedangkan di Bali membuka Pesta Kesenian Bali sejak Jumat (8/6) lalu.

Redaktur : Heri Ruslan
Sumber : antara
1.275 reads
Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong. ((QS. Al-Baqarah [2]:107))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...