Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Mobil Hemat Energi Anak Negeri Siap Bertarung di Malaysia

Kamis, 07 Juni 2012, 14:42 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ada pemandangan berbeda di halaman Istana Negara. Puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi mendatangi kompleks Istana Kepresidenan. Mereka membawa kendaraan mungil dengan pesan besar yakni pentingnya penghematan energi

Kendaraan-kendaran yang dipamerkan itu pun bukan sekadar dipajang. Para mahasiswa dan karyanya itu meminta ‘restu’ dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono karena Juli mendatang, 18 mobil buatan para mahasiswa itu akan ikut perlombaan Shell Eco-Marathon Asia 2012 di Sepang, Malaysia.

Sejumlah perguruan tinggi di Indonesia ikut serta. Sebut saja UGM, UI, USU, UPI, ITB, ITS, hingga Politeknik di sejumlah kota. Rencannya ada 18 mobil hemat energy yang dipamerkan. Namun, satu mobil milik mahasiwa Institut Teknologi Bandung (ITB) tidak datang.

Salah satu peserta pendatang baru berasal dari Polman Bandung, dengan mobil biru bernama Kanayakan-Kanayakan 21. Manajer tim, Gilang Pradipta mengatakan bersemangat untuk ikut perlombaan tersebut.

“Ini pertama kali dan kami optimis bisa ikut bertanding,” katanya. “Untuk mendesainnya sendiri butuh waktu tiga bulan sedangkan membuatnya hanya butuh dua bulan,” katanya.

Tim dari Bandung ini menargetkan bisa memenangkan kategori safety kendaraan. Karena rangkanya dilengkapi dengan pelindung pengendara. “Jadi, kalaupun kecelakaan, badan mobil boleh rusak tapi pengendara tetap aman,” katanya.

Tim dari Bandung ini menargetkan bisa memenangkan kategori safety kendaraan. Karena rangkanya dilengkapi dengan pelindung pengendara. “Jadi, kalaupun kecelakaan, badan mobil boleh rusak tapi pengendara tetap aman,” katanya.

Reporter : Esthi Maharani
Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
910 reads
Rasulullah SAW melarang membunuh hewan dengan mengurungnya dan membiarkannya mati karena lapar dan haus.((HR. Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...