Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Wah, Ternyata Air Mata Berlian Terbuat dari Kaca dan Plastik

Selasa, 05 Juni 2012, 17:52 WIB
Komentar : 1
Blogspot.com
Air mata (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG---Setelah sempat membuat heboh beberapa waktu lalu dengan air mata yang disebut-sebut sebagai air mata berlian, pihak Rumah Sakit Mata Cicendo dan Badan Geologi Kementerian ESDM memastikan bahwa air mata Tina Agustina bukan produksi tubuh.

Berdasarkan hasil penelitian Badan Geologi dan RS Mata Cicendo, air mata yang mirip kristal tersebut terbuat dari pecahan kaca dan plastik tersebut. Kristal tersebut  juga dipastikan adalah material sintetis yang telah diproses.

"Material itu sejenis campuran kaca dan plastik. Jadi itu diolah atau dibentuk menggunakan alat, tidak dibuat secara manual. Material tersebut mudah ditemukan di toko pernak pernik perhiasan," jelas Sekretaris Badan Geologi Kementerian ESDM, Yusuf Kusumabrata, saat memberikan keterangan pers di RS Mata Cicendo, Selasa (5/6).

Kristal air mata Tina, lanjut Yusuf, memiliki kekerasan tiga skala mohs dan mudah sobek jika kena pisau karter. Sedangkan yang terbentuk secara alami, idealnya punya kekerasan tujuh hingga delapan skala mohs. "Kalau kristal Tina itu jernih. Sedangkan yang terbentuk secara alami itu tidak terlalu jernih, ada kotornya," ucap Yusuf.

"Dari hasil penelitian rim geologi dapat  disimpulkan bahwa kondisi kristal yang memiliki ukuran 1-2 mm itu bukan benda yang terbentuk secara alami. Maka kami menyimpulkan dari berbagai disiplin ilmu kedokteran, bahwa tidak ada kelainan dalam tubuh Tina," ungkap Dirut RS Mata Cicendo Kautsar Boesaeri yang turut hadir dalam jumpa pers tersebut.

Sebelumnya sejak September 2011, Tina mengaku setiap kali usai menangis air matanya mengeluarkan butiran kristal. Bahkan sejak 23 Mei 2012, sudah 126 butiran mirip kristal keluar dari matanya. Dia sempat memeriksakan diri ke RSUD Sumedang dan dirujuk ke RS Mata Cicendo Bandung.

Reporter : Rachmita Virdani
Redaktur : Endah Hapsari
5.358 reads
Sebaik-baik menjenguk orang sakit adalah berdiri sebentar (tidak berlama-lama) dan ta'ziah (melayat ke rumah duka) cukup sekali saja.((HR. Ad-Dailami))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda