Sabtu, 6 Syawwal 1435 / 02 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Ikan Khas Kerinci Mulai Langka

Selasa, 05 Juni 2012, 05:06 WIB
Komentar : 1
kotasungaipenuh.co.cc
Ikan Semah, ikan khas dari Kerinci, Jambi.
Ikan Semah, ikan khas dari Kerinci, Jambi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAMBI -- Beberapa jenis ikan khas Kerinci, seperti ikan medik dan ikan sekak, kini mulai sulit ditemukan. Bahkan, jenis ikan itu sudah ada yang hampir punah, yakni ikan semah.

Menurut nelayan di Desa Pulau tengah, Kecamatan Keliling Danau, Roni, Senin (4/6), saat ini cukup sulit masyarakat mendapatkan dan menemukan ikan asli Kerinci di pasaran. Kondisi ini telah dirasakan masyarakat Kerinci sejak lima tahun terakhir. "Dulu berbagai macam jenis ikan asli Kerinci banyak kita temukan di perairan Danau Kerinci. Namun sekarang kondisinya berbeda, ikan Kerinci semakin langka," katanya.

Berkurangnya jumlah ikan asli Kerinci merupakan keluhan sejumlah nelayan Kerinci lantaran berdampak kepada pendapatan dan pertumbuhan perekonomian masyarakat, khususnya nelayan. Kata dia, lima tahun sebelumnya, setiap turun ke sungai tidak jarang menemukan ikan khas Kerinci, seperti ikan semah.

"Harganya juga tinggi di pasaran, sehingga penghasilan kami juga lumayan," tambah salah seorang nelayan di Danau Kerinci, Nasron. Kondisi ini, berdampak kepada ekonomi keluarganya. Karena itu dia berharap ada upaya dari Pemerintah Kabupaten Kerinci, khususnya dinas terkait untuk mengantisipasi kelangkaan ini.

Hal yang sama juga dilontarkan, Nusran, pencari ikan dengan cara memancing di daerah Sungai Batang Merangin, Kecamatan Batang Merangin. Menurut dia, lima tahun sebelumnya, saat memancing dia sering mendapatkan ikan semah, yang merupakan ikan khas Kerinci dan memiliki rasa yang luar biasa.

"Bahkan saya pernah dapat yang beratnya sampai 15 Kg, dan saya jual dengan pembeli dengan harga Rp80.000 per kg," ungkapnya. Sementara, Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan, Igor Rizki minta masyarakat Kerinci untuk tidak khawatir dengan kelangkaan ini. Sebab kini telah diantisipasi dengan cara menerapkan program minapolitan, yaitu untuk menumbuhkembangkan ikan khas di Danau Kerinci.


Redaktur : Dewi Mardiani
Sumber : Antara
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Sensasi Motor Mini di Monas
AKARTA -- Monas dipadati wisatawan pada musim libur Lebaran. Hal ini menjadi berkah bagi para pedagang yang biasa beroperasi disana. Salah satunya Andre,...