Sabtu, 4 Zulqaidah 1435 / 30 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Kemendikbud Tanggapi Putusan UN

Minggu, 03 Juni 2012, 14:31 WIB
Komentar : 2
Antara/Reno Esnir
Mendikbud M Nuh (tengah) saat memberikan keterangan kepada wartawan mengenai Hasil Ujian Nasional SMP/SMPLB tahun Pelajaran 2011/2012 di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Jumat (1/6).
Mendikbud M Nuh (tengah) saat memberikan keterangan kepada wartawan mengenai Hasil Ujian Nasional SMP/SMPLB tahun Pelajaran 2011/2012 di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Jumat (1/6).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  --  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akhirnya menanggapi putusan terkait Ujian Nasional (UN) yang telah dikeluarkan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat 10 April lalu. "Sudah kami kirimkan jawabannya pekan lalu," ujar Kepala Balitbang Kemendikbud, Khairil Anwar, Ahad (3/6).

Khairil menambahkan jawaban tertulis tersebut merupakan inisiatif Kemendikbud, karena sampai sekarang sama sekali tidak ada surat resmi dari PN Jakarta Pusat yang dikirimkan ke Kemendikbud. Padahal, kata Khairil, Kemendikbud sudah menyiapkan jawaban tertulis terkait enam tuntutan tersebut.

"Ini harus diluruskan bersama-sama. Yang berkembang selama ini seolah-olah kami tidak mempedulikan putusan itu. Padahal yang benar adalah kami tidak mungkin memberikan jawaban jika tidak ada surat resmi," katanya.

Dalam putusan tersebut, hakim mengeluarkan enam putusan di antaranya mengabulkan gugatan subsidair para penggugat, menyatakan para tergugat, yakni presiden, wakil presiden, mendikbud, dan ketua BSNP telah lalai dalam memberikan pemenuhan dan perlindungan HAM terhadap warga negaranya yang menjadi korban UN, khususnya pada hak atas pendidikan dan hak anak-anak.

Selain itu hakim juga memerintahkan kepada para tergugat untuk meningkatkan kualitas guru, kelengkapan sarana dan prasarana sekolah akses informasi yang lengkap di seluruh daerah di Indonesia sebelum mengeluarkan kebijakan Pelaksanaan UN lebih lanjut.

Khairil juga menegaskan UN akan tetap dipakai sampai tahun-tahun mendatang. "Kami menjelaskan bahwa dari tahun ke tahun, UN terus melakukan perbaikan. Salah satu dampaknya sekolah yang tadinya banyak yang tidak lulus bisa menjadi lulus semua," katanya.

Reporter : Fernan Rahadi
Redaktur : Dewi Mardiani
Seorang wanita masuk neraka karena mengikat seekor kucing tanpa memberinya makanan atau melepaskannya mencari makan dari serangga tanah((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar