Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Amien Rais: Pancasila Selip Diartikan, Indonesia Disorientasi

Jumat, 01 Juni 2012, 23:44 WIB
Komentar : 1
Antara/Syaiful Arif
Amien Rais

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Amien Rais menilai pengamalan Pancasila seringkali disalahartikan. Sehingga nilai kemanusiaan saat ini kerap diwarnai dengan kezaliman.

"Kedaulatan rakyat diganti dengan kedaulatan konglomerat dan orang-orang berduit yang kaya raya. Keadilan sosial sudah menjadi kezaliman sosial," ungkap Amien, Jumat (1/6). Menurut dia saat ini kesatuan yang masuk dalam butir Pancasila pun sudah agak jauh dari substansinya, karena di mana-mana terjadi pertengkaran. Sementara itu, kedaulatan rakyat pun sudah tidak lagi ada.

Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional ini mengatakan pengamalan Pancasila tidak boleh hanya dipidatokan saja secara basa-basi atau dengan retorika. Alangkah baiknya, jelas Amien, bila Pancasila dihayati dan dijadikan pedoman pengelolaan negara.

Bentuk disorientasi, diakuinya bukan hanya pada Pancasila bahkan juga dengan budaya. Dia merefleksikannya dari kondisi masyarakat Indonesia yang mendewakan Lady Gaga. "Kita sudah mengahadapi disorientasi moral, kawasan ekonomi, politik, hukum juga jauh dari Pancasila," tegasnya.

Dia pun mengimbau pada publik agar momentum 1 Juni yang sudah diperingati di MPR/DPR hari ini bukan hanya terbatas pada acara simbolis dengan durasi 1-2 jam saja. Tapi bisa diteruskan ke tataran yang lebih praktis agar anak-anak bangsa dididik betul guna memahami ideologi bangsa.

"Karena kalau Pancasila ditegakan korupsi akan hilang. Tidak ada lagi kemewahan bagi petinggi dan lain-lain," ujarnya.

Reporter : Indah Wulandari
Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
1.229 reads
Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu((QS. An Nisa 4 : 29).)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  Ariel Aaron Smith Sabtu, 2 Juni 2012, 05:53
disorientasi Pancasila sdh jauh merasuk dan merusak anak bangsa. Apakah perlu reformasi jilid II dan revolusi sosial?
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...