Kamis, 29 Zulhijjah 1435 / 23 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Sejuta Guru Bersertifikat Akan Dites Ulang

Kamis, 31 Mei 2012, 20:06 WIB
Komentar : 0
izaskia.wordpress.com
Pencairan tunjangan dana sertifikasi guru (ilustrasi)
Pencairan tunjangan dana sertifikasi guru (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA  --  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan melakukan tes ulang sebanyak 1.020.000 guru yang sudah bersertifikat dan telah mendapatkan tunjangan profesi. Tes ulang dilakukan untuk meningkatkan kualitas mengajar guru.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidik (BPSDMP dan PMP) Kemendikbud, Syawal Gultom, mengatakan tes ulang ini berbeda dengan uji kompetensi awal. Tes ulang kali ini ditujukan mendapatkan kursi untuk pelatihan dan mendapat sertifikasi.

"Di tes ulang ini Kemendikbud akan mengevaluasi penguasan materi ajar dan pedagogisnya, sehingga kita bisa yakin apakah kualitas guru itu naik atau tidak," kata Syawal Kamis (31/5).

Syawal menambahkan, uji ulang ini akan dilakukan tahun ini. Dia mengatakan, belum dapat diketahui akan dilaksanakan pada bulan apa, karena masih mengurus hal-hal teknis, pembuatan soal, serta pendataan.

Proses ujiannya sendiri, lanjut Syawal, dapat dilakukan secara online maupun offline. Untuk yang online soal akan dibuat secara acak melalui komputer dan hasil ujiannya dapat diketahui langsung setelah ujian berakhir. Bagi daerah yang belum mempunyai fasilitas maka akan dilakukan tes secara tertulis.

“Persyaratan administrasi seperti mengajar 24 jam itu harus ada. Kalau kuota 24 jam itu kurang maka guru akan kena sanksi tegas,” terang Syawal.

Reporter : Fernan Rahadi
Redaktur : Dewi Mardiani
Senyummu kepada saudaramu merupakan sedekah, engkau memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari kemungkaran juga sedekah, engkau menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat juga sedekah, engkau menuntun orang yang berpenglihatan kabur juga sedekah, menyingkirkan batu, duri, dan tulang dari jalan merupakan sedekah((HR Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Zulkifli Hasan: Halal Itu Budaya Indonesia
JAKARTA -- Predikat negara dengan penduduk mayoritas Islam terbesar di dunia, membuat produk halal menjadi sesuatu yang penting di Indonesia. Bahkan Ketua MPR...