Kamis, 24 Jumadil Akhir 1435 / 24 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Barat Serang Suriah, Rusia dan Cina 'Pasang Badan'

Kamis, 31 Mei 2012, 01:21 WIB
Komentar : 1
Bassem Tellawi/AP
  Ledakan bom yang terjadi di depan gedung Intelijen Militer di Damaskus, Suriah, Kamis (10/5).
Ledakan bom yang terjadi di depan gedung Intelijen Militer di Damaskus, Suriah, Kamis (10/5).

REPUBLIKA.CO.ID, DAMSYIK -- Cina menegaskan menentang campur tangan Barat di Suriah. Dukungan kepada Suriah juga datang dari Rusia yang berusaha menghentikan langkah baru Dewan Keamanan PBB yang nyemplung dalam insiden tewasnya korban sipil akibat kerusuhan di Suriah. Kerusuhan yang menewaskan ratusan warga sipil itu melahirkan kecaman dari berbagai negara.

Langkah yang diambil Cina dan Rusia itu bertentangan dengan sejumlah negara Barat, termasuk Amerika Serikat, Inggris dan Prancis yang mengusir diplomat Suriah. "Cina menentang campur tangan tentara di Suriah dan menentang perubahan pemerintah secara paksa," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Liu Weimin kepada wartawan di Beijing.

Liu menambahkan, Cina mendesak semua pihak menerapkan usul duta PBB dan Liga Arab, Kofi Annan tentang gencatan senjata di Suriah dan berusaha mengakhiri kemelut berdarah itu melalui perundingan. Dengan dukungan Rusia dan Cina, DK PBB mengecam keras Pemerintah Suriah atas penggunaan senjata berat dalam pembantaian di pusat kota Houla, yang menewaskan sedikitnya 108 warga sipil.

Tapi, Rusia, yang bersama dengan Cina memveto dua resolusi sangat keras DK PBB terhadap pemerintahan Presiden Bashar Assad, Rabu (30/5) menyatakan, terlalu dini bagi DK PBB mempertimbangkan tindakan baru. "Kami percaya bahwa peninjauan saat ini oleh Dewan Keamanan tentang setiap langkah baru pada keadaan itu terlalu dini," kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Gennady Gatilov kepada kantor berita Interfax dalam tanggapan tampaknya untuk menyingkirkan harapan Washington akan perubahan di Moskow.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat berharap kejadian Houla memicu 'titik balik' dalam keengganan Rusia melakukan tindakan lebih keras terhadap sekutu masa Soviet-nya itu.

Redaktur : Karta Raharja Ucu
Sumber : AFP/Antara
Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri ketika mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  lucyfer malikat maut Selasa, 5 Juni 2012, 00:45
pembantain di Haula kemungkinan dilakukan oleh intelijen AS & sekutunya, itu semua dilakukan agar dunia mengira pemerintah Suriyah yg melakukan perbuatan keji itu,... salah satu perbuatan AS & sekuntunya yg Licik & Pengecut, sungguh tak tahu malu........
  rachmanto Jumat, 1 Juni 2012, 09:56
lanjutkan rusia, china, iran...hadang kepentingan zionis...
  nur Kamis, 31 Mei 2012, 17:58
menurut aku Suriah negara setrategis bagi kepentingan Zionis Israel dan AS juga SEKUTUnya. jadi taktik tingkat tinggi dg segala cara agar Suriah mau jadi boneka AS, dan bisa jadi bakal diJajah oleh Israel bila Takluk oleh AS. jadi HIDUP IRAN, RUSIA, CINA>>> kalian sudah PINTAR sekarang.
  hitler Kamis, 31 Mei 2012, 10:37
hanya amerika dan sekutunya yang suka membunuh anak2...
tp pemerintah suriah yg di salahkan.
benar2 strategi.
nyawa tiada arti.
  sania Kamis, 31 Mei 2012, 07:23
Bravo Rusia, rusia..yess...

  VIDEO TERBARU
MUI Harapkan PPP Islah
JAKARTA -- Internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) alami perselisihan. Akan hal tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta PPP untuk segera melakukan Islah. "Pada forum...