Selasa, 29 Mei 2012, 13:05 WIB

JK: Penyatuan Zona Waktu, Masya Allah!!

Rep: M Akbar/ Red: Hafidz Muftisany
Yudhi Mahatma/Antara
Jusuf Kalla
Jusuf Kalla

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan wakil presiden, Jusuf Kalla (JK), merasa geram dengan adanya rencana penyatuan satu zona waktu. Ia menilai, rencana pemerintah itu hanya untuk memenuhi kepentingan pasar modal saja, bukan untuk kemaslahatan masyarakat.

''Kalau alasan pasar modal, masya allah. Ini neolib namanya,'' kata JK di kantor pusat PMI, Jakarta, Selasa (29/5).

JK menawarkan solusi jika kepentingannya hanya untuk pasar modal. ''Kalau mau samakan saja waktu bukanya. Jangan karena pemodal masa 200 juta rakyat Indonesia harus merubah cara hidup. Cukup 2000 orang bursa yang datang lebih awal,'' ujarnya.

JK juga mengatakan, tak ada di dunia ini negara yang memiliki luas daratannya sekitar 5 ribu km hanya dengan satu zona waktu. Dari seluruh negara dengan luasan seperti itu, kata ketua PMI ini, hanya Cina saja yang menyatukan zona waktunya. Alasan yang dipakai Cina, katanya, karena kepentingan politik komunisme agar Beijing bisa melakukan kontrol secara efektif.

Sementara Amerika Serika, kata JK, memiliki sembilan zona waktu. Ia menggambarkan, daratan Amerika itu berjarak hampir sama dengan jarak dari wilayah timur hingga barat Indonesia. Sedangkan Australia yang memiliki luasan lebih kecil dari Indonesia memiliki tiga zona waktu.

''Kalau alasannya karena ingin produktif, artinya Amerika, Eropa dan Australia tidak efektif dong,'' sergahnya.

loading...