Senin, 8 Rajab 1436 / 27 April 2015
find us on : 
  Login |  Register

Kapolda Papua: Penembak Warga Spanyol Masih di Jayapura

Selasa, 29 Mei 2012, 12:56 WIB
Komentar : 1
Corbis.com
Pistol (Ilustrasi)
Pistol (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA---Kapolda Papua Irjen Pol BL Tobing, memerintahkan anggotanya untuk mengejar pelaku penembakan yang dilakukan orang tak dikenal (OTK) terhadap WN Spanyol Dietmar Pieper (55 tahun), warga negara Spanyol, bukan Jerman seperti berita sebelumnya, pada Selasa pagi di Jayapura.

Perintah pengejaran terhadap pelaku penembakan itu dikeluarkan Kapolda sesaat setelah melihat langsung kondisi korban di UGD RSUD Dok II Jayapura.

Kabid Humas Polda Papua AKBP Yohannes Nugroho mengakui, saat ini aparat keamanan sedang melakukan pengejaran terhadap OTK yang melakukan penembakan terhadap WN Spanyol. "Anggota saat ini sedang dikerahkan untuk mencari pelaku penembakan yang diperkirakan masih berada di sekitar kota Jayapura," kata AKBP Yohannes.

Korban berkebangsaan Spanyol yang mengaku tinggal di Jerman itu ditembak saat sedang berada di pantai Base G bersama istrinya Eva Medina.

Saat ini korban yang mengalami luka tembak di bagian kaki dan dada itu sedang ditangani tim dokter RSUD Dok II Jayapura.

Korban yang masih nampak sadar itu didampingi istrinya Eva Medina itu berada di pantai Base G untuk menikmati keindahan pantai tersebut, namun tiba-tiba ada seseorang yang turun dari mobil dan langsung menembak ke arah korban.

"Ada tiga kali bunyi tembakan, " kata istri korban kepada anggota Polresta Jayapura di UGD RSUD DOk II Jayapura.

 

Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : Antara
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)((QS ar-Rum: 41))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
'Kriminalisasi dan Monsterisasi Dakwah'
JAKARTA -- Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto mengatakan ada gejala yang sangat mengkhawatirkan, yakni adanya kriminalisasi dan 'monsterisasi' dakwah. Monstersasi...