Friday, 27 Safar 1436 / 19 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Evita Legowo Jadi Wamen ESDM? Ini Kata Jero Wacik

Monday, 28 May 2012, 14:10 WIB
Komentar : 2
Rosa Panggabean/Antara
 Menteri ESDM Jero Wacik (kiri) didampingi Dirjen Minyak dan Gas Bumi Evita Legowo (kanan) saat memberi keterangan pers mengenai kebijakan penghematan BBM (Bahan Bakar Minyak) di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (3/5).
Menteri ESDM Jero Wacik (kiri) didampingi Dirjen Minyak dan Gas Bumi Evita Legowo (kanan) saat memberi keterangan pers mengenai kebijakan penghematan BBM (Bahan Bakar Minyak) di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (3/5).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Jabatan Wakil Menteri ESDM dipastikan akan segera diisi. Isu yang beredar, nama Dirjen Migas Kementerian ESDM, Evita Legowo. Apa kata Menteri ESDM, Jero Wacik menanggapi hal ini?

“Itu kan hak prerogratif presiden, biar beliau tenang, memilih dan memilihkan pasti yang terbaik, yang kira-kira modelnya kaya almarhum (Widjojono Partowidagdo). Bicaranya berani dan membela kebenaran,” katanya saat ditemui di istana kepersidenan, Senin (28/5).

Ia mengatakan sosok yang akan menduduki posisi Wamen ESDM sepenuhnya kewenangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia pun meminta agar publik menunggu pelantikan pejabat baru itu yang sebentar lagi akan dilakukan. “Tunggulah. Tunggu saja wamennya dari Pak Presiden itu siapa,” katanya.

Seperti diberitakan, dalam waktu dekat, posisi wakil menteri ESDM dan Menteri Kesehatan akan segera diisi. Selama ini dua posisi tersebut kosong selama hampir satu bulan. “Posisi wamen ESDM dan Menkes, dalam waktu dekat Bapak Presiden mempertimbangkan untuk dapat menempati posisi tersebut,” kata juru bicara kepresidenan, Julian Aldrin Pasha saat ditemui di istana kepresidenan, Senin (28/5).

 

Reporter : Esthi Maharani
Redaktur : Dewi Mardiani
Siapa saja yang telah kami angkat untuk mengerjakan suatu pekerjaan/jabatan kemudian kami telah memberikan gaji, maka sesuatu yang diterima di luar gajinya yang sah adalah ghulul (korupsi)((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gerakan Kelompok Ekstrimis, Din: Lawan dengan Ideologi
JAKARTA -- Menghadapi kelompok ekstrimis tak cukup dengan saling mengecam. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsudin menjelaskan harus ada tanding ideologi. Ia...