Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register
  • Sejumlah pengunjukrasa dari Forum Umat Islam (FUI) dan Front Pembela Islam (FPI) melakukan aksi menolak konser Lady Gaga di depan Kedubes AS, Jakarta, Jumat (25/5). (Edwin Dwi Putranto/Republika)

  • Sejumlah pengunjukrasa dari Forum Umat Islam (FUI) dan Front Pembela Islam (FPI) melakukan aksi menolak konser Lady Gaga di depan Kedubes AS, Jakarta, Jumat (25/5). (Edwin Dwi Putranto/Republika)

  • Sejumlah pengunjukrasa dari Forum Umat Islam (FUI) dan Front Pembela Islam (FPI) melakukan aksi menolak konser Lady Gaga di depan kantor MenkoPolhukam, Jakarta, Jumat (25/5). (Prayogi/Republika)

  • Sejumlah pengunjukrasa dari Forum Umat Islam (FUI) dan Front Pembela Islam (FPI) melakukan aksi menolak konser Lady Gaga di depan kantor MenkoPolhukam, Jakarta, Jumat (25/5). (Prayogi/Republika)

  • Sejumlah pengunjukrasa dari Forum Umat Islam (FUI) dan Front Pembela Islam (FPI) melakukan aksi menolak konser Lady Gaga di depan Kedubes AS, Jakarta, Jumat (25/5). (Edwin Dwi Putranto/Republika)

In Picture: Lady Gaga Kembali Ditolak

Jumat, 25 Mei 2012, 19:35 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, Sekitar lima ratus orang pengunjukrasa dari Forum Umat Islam (FUI) dan Front Pembela Islam (FPI) melakukan aksi unjuk rasa damai menolak konser Lady Gaga di depan Kedubes Amerika Serikat, Jakarta, Jumat (25/5). Selain Kedubes AS, mereka juga menyampaikan aspirasi penolakan Lady Gaga di depan kantor Kemenko Polhukam, Kementerian Pariwisata dan Polda Metro Jaya. Mereka mendukung langkah Polda Metro Jaya untuk tidak memberikan izin pelaksanaan konser Lady Gaga di Gelora Bung Karno pada awal bulan Juni mendatang.

 

 

 

Redaktur : Mohamad Amin Madani
5.522 reads
FOTO SEBELUMNYA
FOTO TERPOPULER
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda