Sabtu, 8 Muharram 1436 / 01 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Menpan: Moratorium Penerimaan PNS Hanya Sampai 2012

Kamis, 24 Mei 2012, 14:21 WIB
Komentar : 0
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Azwar Abubakar
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Azwar Abubakar

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar menegaskan, moratorium penerimaan pegawai negeri sipil hanya berlaku sampai akhir 2012.

"Moratorium sampai 2012, belum terpikir untuk memperpanjang hingga tahun depan. Dan tahun depan saya harap tidak ada lagi moratorium, sudah selesai," kata Menpan Azwar Abubakar di Gedung Merdeka Kota Bandung, Kamis (24/5).

Pada 2012, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kempan) menyediakan kuota penerimaan pegawai negeri sipil (PNS) reguler sebanyak 60 ribu orang.

Ia mengatakan, untuk ke depan Kempan tidak akan menerima permohonan pengangkatan CPNS di sebuah daerah jika pemerintah daerahnya tidak mengajukan peta jabatan walaupun tidak ada moratorium PNS. "Ke depan, kalaupun tidak ada moratorium, tidak ada peta jabatan kami tidak akan menerima," kata Menpan.

Ia berharap, dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, pemerintah daerah hendaknya mengajukan jumlah pegawai sesuai dengan kebutuhannya.

"Kami berharap dalam rangka pelayanan dasar masyarakat ajukanlah yang dibutuhkan. Jangan sampai masyarakat jadi korban. Makanya jangan masukan orang yang tidak dibutuhkan, tapi masukanlah yang dibutuhkan untuk peningkatan pelayanan dasar," ujar dia.

Menurut dia, salah satu masalah pelayanan dasar yang tidak merata di masyarakat adalah penyebaran guru di Indonesia sehingga berimbas pada peningkatan pelayanan pendidikan bagi masyarakat Indonesia.

"Di perkotaan, satu mata pelajaran diajarkan tiga guru dan ditambah lagi honorer. Namun di daerah-daerah satu guru bisa mengajar dua atau tiga kelas.

"Coba lihat dengan jernih, bukan tidak sayang pada honorer, tapi lihatlah, bupati turunlah. Kami minta gubernur mengawasi pelaksanaan ini," kata Menpan.

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : Antara
Sesungguhnya Allah SWT mengampuni beberapa kesalahan umatku yang disebabkan karena keliru, karena lupa, dan karena dipaksa (HR Ibnu Majah, Baihaqi, dan lain-lain)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ini Pembahasan Presiden Rwanda dan Ketua DPD RI
JAKARTA --  Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman kedatangan Presiden Rwanda, Paul Kagame di Komplek Parlemen Senayan, Jumat (31/10). Ada beberapa hal...