Monday, 30 Safar 1436 / 22 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Ekspedisi Khatulistiwa Rancang Buku Sejarah Nasional

Wednesday, 23 May 2012, 06:25 WIB
Komentar : 1
Wordpress
Pagar perbatasan, ilustrasi
Pagar perbatasan, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK -- Tim Ekspedisi Khatulistiwa yang bertugas di Kabupaten Kapuas Hulu, wilayah perbatasan antara Indonesia dan Malaysia, mengumpulkan data-data sebagai bahan pembuatan buku Sejarah Nasional. Mereka melakukan misinya, termasuk penjelajahan patok perbatasan dengan sektor penjelajahan sekitar 370 kilometer.

"Salah satu misi yang dilakukan oleh Tim Ekspedisi Khatulistiwa ini adalah menghimpun berbagai data yang diperlukan untuk pembuatan buku sejarah Nasional yang akan di serahkan kepada Kementrian Dalam Negeri," kata Wadansubkorwil 3 Putussibau, Mayor Infantri Muhammad Aidi, kemarin. Ia menjelaskan ada 4.004 patok yang harus dijelajahi di perbatasan.

"Misi kedua, melaksanakan penilitian sumber daya mineral yang ada di sektor Kapuas Hulu yang meliputi penelitian terhadap pertambangan dan perkebunan, di mana dalam melakukan penelitian ini tim bekerja sama dengan mahasiswa dan beberapa pakar. Sedangkan Misi ketiga, melaksanakan komunikasi sosial dalam rangka membangkitkan semangat kebangsaan," katanya.

Selain itu, tim tersebut juga melakukan pengobatan secara gratis setiap hari dengan sistem jemput bola, yakni mendatangi masing-masing rumah betang yang ada di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kabupaten Kapuas Hulu. Selanjutnya, pembagian buku pelajaran secara gratis yang merupakan titipan dari donatur yang ada di Jakarta, kerja bhakti penanaman 15 ribu pohon di lima kecamatan perbatasan (kecamatan Puring Kencana, Nanga Kantuk, Empanang, Badau, dan Embaloh Hulu).

Kemudian pemberantasan buta huruf yang dilakukan tiga kali dalam seminggu di rumah-rumah betang. Kegiatan pemberantasan buta huruf ini sudah mulai dilakukan sejak pertama datang ke Kapuas Hulu pada 4 April. "Pada 1 Oktober nanti, buku sejarah nasional ini akan diserahkan kepada Presiden Republik Indonesia," kata Aidi.

Aidi menambahkan tim ekspedisi khatulistiwa ini berjumlah 103 personel yang terdiri dari TNI (AD, AU, AL), mahasiswa, kostrad dan wartawan. Tim itu akan menjalani tugasnya sekitar 3,5 bulan sejak kedatangannya.

Redaktur : Dewi Mardiani
Sumber : Antara
Allah melaknat orang yang menyuap dan orang yang menerima suap(HR Muslim )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Kiprah Gamelan Sari Raras di California
CALIFORNIA -- Gamelan Sari Raras yang merupakan bagian dari Departemen Musik, University of California Berkeley (UC Berkeley). Dibentuk sejak tahun 1988 oleh Midiyanto,...