Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Harkitnas, Ratusan Pramuka Jelajahi Patok Perbatasan RI-Malaysia

Minggu, 20 Mei 2012, 18:52 WIB
Komentar : 0
officialymiss.blogspot.com
Satu patok perbatasan RI-Malaysia di Hutan dalam kondisi rusak

REPUBLIKA.CO.ID, KAPUAS HULU – Sedikitnya 400 anggota Pramuka mengikuti Kemah Bakti Khatulistiwa untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Selama Kemah Bakti Khatulistiwa, para anggota Pramuka menjelajahi patok perbatasan yang dipusatkan di daerah perbatasan RI-Malaysia tepatnya di Desa Nanga Badau, Kecamatan Badau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Ratusan anggota Praja Muda Karana itu berjalan kaki sepanjang 6 kilometer, menyusuri patok perbatasan yang berada di dalam hutan belantara Kalimatan Barat. Jelajah patok perbatasan dimulai dari Pos Lintas Batas Badau dan berakhir di patok perbatasan bernomor 528 yang berada di Desa Badau.

Di setiap patok yang dijumpai, para anggota Pramuka tingkat penggalang dan penegak diberikan sejumlah pertanyaan dan materi-materi tentang wawasan kebangsaan dan kepramukaan. “Kegiatan ini untuk membangkitkan rasa cinta pada Tanah Air, khususnya di daerah perbatasan,” kata Wadansubkorwil 03/Putussibau Ekspedisi Khatulistiwa, Mayor Inf Muhammad Aidi, Ahad (20/5).

Menurut Aidi, pengenalan kepada anggota Pramuka mengenai batas-batas negara dapat memupuk jiwa nasionalisme sejak dini. Dengan begitu, para pelajar dan masyarakat dapat mengetahui dan menjaga batas-batas kedaulatan negara.

Selain mengetahui kedaulatan RI, kata Aidi, para anggota Pramuka yang berada di daerah perbatasan ini diharapkan dapat bangkit mengisi kemerdekaan dan kedaulatan yang telah diwariskan para pejuang RI terdahulu.

Reporter : Muhammad Fakhruddin
Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
997 reads
'Ketahuilah, sesungguhnya bahwa malaikat tidak mau masuk ke rumah yang di dalamnya terdapat patung.(HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda