Thursday, 8 Zulhijjah 1435 / 02 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Uji 60 Ribu CPNS, Kemenpan Gandeng 10 PTN

Sunday, 20 May 2012, 18:39 WIB
Komentar : 0
Tes CPNS, ilustrasi
Tes CPNS, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara akan bekerjasama dengan sepuluh Perguruan Tinggi Negeri dalam proses rekrutmen 60.000 Calon Pegawai Negeri Sipil yang akan dilakukan bertahap. Wakil Menpan, Eko Prasodjo, mengungkapkan ujian akan dilakukan mirip dengan tes Perguruan Tinggi.
 
"Proses rekrutmen kita kerjasama dengan 10 PTN. Kita ingin melakukan testing seperti calon mahasiswa yang ikut SNMPTN,"ungkap Eko saat dihubungi Republika, Ahad (20/5). Eko menjelaskan ujian akan dilaksanakan di daerah, kementerian dan lembaga yang memang sudah mendapat persetujuan Kemenpan untuk formasi CPNS.
 
Hingga kinii, tutur Eko, kuota yang disetujui baru 8000 orang dari 60.000 CPNS untuk tahun ini. Menurut dia, tidak semua permohonan pemda, kementerian dan lembaga terkait penambahan CPNS disetujui kemenpan.

"Kami baru mendapatkan 14 Pemda yang mengajukan dan baru 4 yang dianggap layak,"ungkapnya. Sementara, kementerian dan lembaga yang sudah mendapatkan persetujuan baru tiga. Menurut dia , banyak instansi yang tidak lolos karena tidak memenuhi kriteria analisis kebutuhan dan sumber daya manusia.
 
Eko menegaskan rekrutmen terhadap 60.000 CPNS yang dilaksanakan bertahap bukan berarti melanggar moratorium. Pasalnya, tutur Eko, moratorium berlaku secara terbatas.

Reporter : A Syalaby Ichsan
Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.(QS:Al Baqarah 197)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar