Thursday, 26 Safar 1436 / 18 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Lagi, Seekor Gajah Ditemukan Tewas di Aceh Jaya

Tuesday, 15 May 2012, 23:57 WIB
Komentar : 1
ANTARA/Irwansyah Putra
Warga menyaksikan seekor gajah Sumatera yang mati di Desa Krueng Ayon Kecamatan Sampoiniet Kabupaten Aceh Jaya Provinsi Aceh, Selasa (1/5). Gajah betina yang berusia 18 tahun itu diduga tewas akibat di racun pemilik perkebunan sawit.
Warga menyaksikan seekor gajah Sumatera yang mati di Desa Krueng Ayon Kecamatan Sampoiniet Kabupaten Aceh Jaya Provinsi Aceh, Selasa (1/5). Gajah betina yang berusia 18 tahun itu diduga tewas akibat di racun pemilik perkebunan sawit.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Seekor gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) jantan ditemukan tewas di Gampong (desa) Pante Kuyun Kecamatan Setia Bakti, Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh.

Kasie Perlindungan, Rehabilitasi, Reboisasi dan Pemeliharaan Hutan Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Aceh Jaya Armidi yang dihubungi dari Banda Aceh, Selasa mengatakan, satwa dilindungi itu ditemukan tewas di salah satu kebun kosong yang berjarak sekitar 750 meter dari pemukiman penduduk Desa Pante Kuyun.

"Informasi dari warga, gajah itu saat turun dari gunung sudah sempoyongan, kami belum dapat memastikan penyebab matinya gajah itu," kata Armidi.

Sementara itu, Koordinator Conservation Respon Unit (CRU) Aceh Jaya Fendra juga mengatakan telah mendapat informasi tentang tewasnya satwa dilindungi itu.

"Besok kami akan mengerahkan personil ke lokasi dan menyelidiki sebab kematian gajah jantan dewasa itu," kata Fendra.

Fendra mengatakan kematian satwa berbelalai dan dilindungi itu merupakan kasus ke dua selama tiga pekan terakhir.

Sebelumnya pada 29 April 2012 seekor gajah betina yang diperkirakan berusia 25 tahun juga ditemukan tewas di badan jalan lintas SP IV-SP V Gampong Krueng Ayon, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya.

"Diduga gajah betina yang masih menyusui anaknya itu mati akibat diracun, saat ditemukan badannya membiru, mulutnya berbusa dan dubur juga mengeluarkan darah," kata Fendra.

Redaktur : Hazliansyah
Sumber : Antara
Menguap adalah dari setan. Karena itu, apabila salah seorang dari kalian menguap, tutuplah serapat mungkin karena ketika salah seorang dari kalian berkata ‘huah’ (pada saat menguap), setan akan menertawakannya". (HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ratusan WNI Gabung ISIS, BNPT Sulit Lakukan Pendataan, Mengapa?
JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Indonesia (BNPT) memperkirakan ratusan warga negara Indonesia (WNI) telah bergabung dengan kelompok ISIS di Suriah dan Irak. Namun...