Jumat, 8 Jumadil Awwal 1436 / 27 Februari 2015
find us on : 
  Login |  Register

'Jangan Sebar Foto-Foto Korban Sukhoi'

Sabtu, 12 Mei 2012, 10:22 WIB
Komentar : 0
Dhoni Setiawan/Antara
 Sejumlah jurnalis dari berbagai media dalam dan luar negeri meliput proses evakuasi korban pesawat Sukhoi Superjet 100 di kawasan Cijeruk, Bogor, Sabtu (12/5).
Sejumlah jurnalis dari berbagai media dalam dan luar negeri meliput proses evakuasi korban pesawat Sukhoi Superjet 100 di kawasan Cijeruk, Bogor, Sabtu (12/5).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR-RI dari Fraksi Demokrat, Roy Suryo, menghimbau masyakarakat untuk tidak mengunggah dan menyebarluaskan foto-foto berisi gambar korban kecelakaan pesawat. Menurut Roy foto-foto yang beredar didunia maya dan blackberry bisa melukai perasaan keluarga para korban.

"Sebaiknya kita bisa menjaga perasaan para korban," kata Roy, Sabtu (12/5), di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Orang yang sering disebut media sebagai pakar telekomunikasi ini juga menyatakan sebagian besar foto-foto yang beredar bukanlah foto para korban kecelakaan pesawat Sukhoi, alias hoax. Foto-foto yang beredar menurut Roy adalah foto yang berasal dari korban kecelakaan pesawat beberapa tahun sebelumnya.

"Ada foto dari kejadian kecelakaan di tahun 2010," katanya.

Senada dengan Roy, Menko Kesra Agung Laksono juga menghimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan foto-foto yang dikabarkan berisi gambar korban kecelakaan pesawat Sukhoi Super Jet 100. Menurut Agung foto-foto yang beredar telah membuat resah keluarga korban. "Dihimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan foto yang tidak benar," kata Agung.

Reporter : M Akbar Widjaya
Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Dan janganlah kamu campur-adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu sedang kamu mengetahui.(QS Al-Baqarah: 42)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Empat Risiko yang Menjadi Fokus Bank Muamalat
JAKARTA -- Melambatnya perekonomian Indonesia pada tahun lalu, dijadikan Bank Muamalat untuk membenah diri.  Direktur Manajemen Risiko Bank Muammalat, Evi Afiatin mengatakan akibat perekonomian...