Sabtu, 6 Syawwal 1435 / 02 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Mendagri Klaim Penyelesaian e-KTP di RI Lampaui Jerman dan AS

Selasa, 08 Mei 2012, 09:20 WIB
Komentar : 0
Antara/Yudhi Mahatma
Gamawan Fauzi
Gamawan Fauzi

REPUBLIKA.CO.ID, PANGKALPINANG - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi mengatakan pencapaian target penyelesaian kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di tanah air telah melampui kinerja e-KTP negara-negara maju seperti Jerman, Amerika Serikat (AS) dan India.

"Target penyelesaian e-ktp kita telah melampui kinerja e-ktp negara-negara maju seperti Jerman, AS dan India," kata Mendagri saat ditemui di Pangkalpinang dalam rangkaian Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur baru Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (8/5).

Mendagri mengatakan Indonesia telah berhasil menjadi negara nomor satu di dunia dalam penyelesaian target e-KTP dengan cepat. "Kita jadi negara nomor satu yang paling cepat menyelesaikan e-ktp, dalam satu setengah tahun kita bisa selesaikan 172 juta, dari Oktober hingga April saja kita bisa selesaikan 70 juta," kata Mendagri.

Perbandingannya, kata Mendagri, di India membutuhkan waktu satu tahun untuk menyelesaikan lima juta e-KTP sedangkan di Jerman membutuhkan waktu enam tahun untuk menyelesaikan 70 juta e-KTP.

"Oleh karena prestasi ini, maka nanti saya akan terbang ke Abu Dhabi untuk menjadi pembicara di hadapan perwakilan 45 negara untuk berbagi mengenai cara penyelesaian target e-ktp di negara kita, selain itu, Bulan Juli nanti saya juga diundang ke Amerika untuk menjadi key-note soal ini," tutur Mendagri.

Mendagri mengatakan sampai hari ini e-ktp yang telah diselesaikan ada 74 ribu sedangkan target hinggs akhir 2012 adalah 172 juta, artinya masih tersisa 98 juta e-ktp yang menunggu diproses.

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : Antara
Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. (QS Al-Baqarah [2[:82)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Tren Arus Mudik Saat Arus Balik di Pasar Senen
 JAKARTA -- Pada H+3 Stasiun Pasar Senen tak hanya menerima arus balik. Geliat arus mudik di Stasiun ini masih cukup tinggi. Menurut Kepala Humas...