Kamis, 27 Ramadhan 1435 / 24 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pasokan Listrik PLTP Dieng Aktif Lagi Akhir Mei

Minggu, 06 Mei 2012, 15:28 WIB
Komentar : 0
infokorupsi.com
Jaringan listrik PLN (ilustrasi)
Jaringan listrik PLN (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARNEGARA -- Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, tidak beroperasi selama bulan lebih. Hal ini disebabkan oleh gangguan teknis dari sumber energi panas buminya. Namun, PT Geo Dipa Energi Dieng, Ahad (6/5), mengatakan, pasokan listrik dari PLTP bakal berjalan lagi pada Akhir Mei 2012.

Humas PLTP Dieng Suparwanto menambahkan, hingga saat ini tim teknis dari PT Geo Dipa selaku pengelola PLTP tersebut, masih melakukan berbagai pekerjaan pemeliharaan. "Mudah-mudahan pada akhir Mei, kami sudah dapat memasok listrik lagi," jelasnya.

Mengenai mekanisme peraawatan pembangkit, yang menggunakan panas bumi memang membutuhkan perawatan rutin yang lebih sering jika dibandingkan pembangkit lain. Perawatan di PLTP Dieng dilakukan setiap tahun, karena kandungan silika yang tinggi di Pegunungan Dieng.

Ia menyebutkan, pada awal beroperasinya, PLTP Dieng sebenarnya mampu menghasilkan tenaga listrik hingga 60 MW. Namun saat ini hanya tinggal 20 MW. Hal itu salah satunya disebabkan oleh banyaknya tumpukan silika pada sumber panas bumi, sehingga uap untuk menggerakkan turbin juga berkurang.

Meski demikian dia menyebutkan, saat ini pihaknya sedang berupaya  membuat dua sumur lagi untuk meningkatkan produksi listrik. ''Rencananya, sumur yang dikembangkan adalah sumur 29 dan 30 di Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, Banjarnegara. Untuk sumur 29 diharapkan selesai pada Agustus dan sumur 30 pada November,'' jelasnya.

Dari kedua sumur tersebut, diperkirakan akan dihasilkan uap panas bumi yang mampu memproduksi sebesar 25 MW. ''Bila kedua sumur tersebut sudah selesai dibangun, kami berharap PLTP Dieng akan mampu meningkatkan pasokan listrik ke jarigan Jamali sebanyak 45 MW,'' tambahnya.

Reporter : Eko Widiyatno
Redaktur : Dewi Mardiani
(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.(QS:Al Baqarah 197)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Buka Puasa Bersama Obama Diwarnai Seruan Boikot
WASHINGTON -- Acara buka puasa tahunan di Gedung Putih diwarnai seruan boikot, sebagai bentuk protes kebijakan pemerintahan Obama terhadap konflik di Gaza. Selengkapnya...