Sabtu, 29 Ramadhan 1435 / 26 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

PLTP Dieng Berhenti Operasi Sementara

Minggu, 06 Mei 2012, 15:18 WIB
Komentar : 1
Antara/Musyawir
Karyawan PLN memperbaiki jaringan listrik.
Karyawan PLN memperbaiki jaringan listrik.

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARNEGARA -- Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, tidak beroperasi selama bulan lebih. Dengan demikian, pasokan tenaga listrik ke jaringan listrik Jawa-Madura-Bali, berkurang sebesar 20 Megawatt (MW), karena PLTP ini menyumbang tenaga listrik sebesar itu.

"Tapi terhentinya pasokan sebesar 20 MW ini, tidak akan mengganggu kemampuan PLN memenuhi kebutuhan listrik pelanggan. Daya listrik sebesar 20 MW yang kami hasilkan, tidak terlalu besar bagi kemampuan PLN memasok tenaga listrik di Jawa-Bali," jelas General Manager PT Geo Dipa Energi Dieng, Agoes Danarto, Ahad (6/5).

Dia menyebutkan, berhenti beroperasinya turbin penghasil daya listrik di PLTP disebabkan adanya gangguan teknis dari sumber energi yang dihasilkan. Dalam hal ini, pipa gas yang disalurkan ke perut bumi untuk mengeluarkan panas bumi mengalami penyumbatan.

"Fenomena penyumbatan pipa gas ini memang biasa terjadi pada PTLP. Penyumbatnya, berupa bahan silika yang memang dibawa oleh uap panas bumi melalui pipa-pipa tersebut," jelasnya. Penyumbatan ini terjadi berlangsung sejak 22 April silam.

Karena tidak ada sumber energi panas bumi, maka turbin tidak bisa berputar untuk menghasilkan listrik. "Untuk itu, kita harus membersihkan silika yang menyumbat pipa gas panas bumi."

Namun untuk kesinambungan produksi ke depan, perbersihan pipa gas panas bumi ini dilanjutkan dengan perawatan rutin seluruh peralatan yang digunakan di PLTP. "Karena itu, akhirnya penghentian produksi listri PLTP menjadi cukup lama,'' tambahnya. Menurutnya, PLTP Dieng ini direncakan akan beroperasi lagi pada akhir Mei," jelasnya.


Reporter : Eko Widiyatno
Redaktur : Dewi Mardiani
Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api(HR. Tirmidzi)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Masa Depan Ekonomi Indonesia di Era Jokowi
WASHINGTON -- Salah satu tantangan terberat bagi Presiden RI Terpilih Joko Widodo adalah menciptakan pertumbuhan ekonomi di tengah berbagai kendala struktural....