Jumat, 27 Safar 1436 / 19 Desember 2014
find us on : 
  Login |  Register

Polres Pekalongan Ungkap Sindikat Pengedar Uang Palsu

Sabtu, 05 Mei 2012, 23:21 WIB
Komentar : 1
Antara
Uang palsu, ilustrasi
Uang palsu, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, PEKALONGAN -- Kepolisian Resor Kota Pekalongan melalui operasi rutin yang digelar selama tiga hari terakhir ini meringkus sindikat pengedar uang palsu sekaligus mengamankan puluhan lembar jenis uang kertas pecahan 50 ribu dan sebuah unit alat pendeteksi uang.

Juru Bicara Polresta Pekalongan AKP Purwanto di Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu, mengatakan bahwa sindikat pengedar palsu tersebut, yaitu Hanafi (36) dan Ali Subhana (41), keduanya warga Krapyak Kidul, Kecamatan Pekalongan Utara.

"Kedua tersangka itu, kami tangkap di rumahnya masing-masing, Kamis (3/5) tanpa melakukan perlawanan," katanya.

Ia mengatakan bahwa penangkapan terhadap pengedar uang palsu itu berkat adanya informasi dari masyarakat yang curiga terhadap aktivitas kedua pelaku itu. Polisi juga masih berupaya mengembangkan penyelidikan kasus tersebut.

"Kami masih mengembangkan kasus itu, termasuk dari mana asal-usul uang palsu itu. Ada kemungkinan pelaku lain pada tindakan kejahatan itu," katanya.

Kedua tersangka dijerat Pasal 245 KUHP tentang tindak pidana penyimpanan atau mengedarkan uang palsu dengan ancama hukuman 15 tahun penjara. "Saat ini, kedua tersangka mendekam di tahanan Mapolresta Pekalongan, sedangkan barang bukti kami amankan sebagai bahan penyidikan lebih lanjut," katanya.

Tersangka Hanafi mengaku bahwa uang palsu yang dimilikinya digunakan untuk pembelian barang kebutuhan sehari-hari. "Kami menyesal atas tindakan kejahatan ini dan tidak akan mengulang lagi setelah keluar dari penjara nanti," katanya.

Redaktur : Hazliansyah
Sumber : Antara
Barangsiapa mengobati sedang dia tidak dikenal sebagai ahli pengobatan maka dia bertanggung jawab((HR. Ibnu Majah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gerakan Kelompok Ekstrimis, Din: Lawan dengan Ideologi
JAKARTA -- Menghadapi kelompok ekstrimis tak cukup dengan saling mengecam. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsudin menjelaskan harus ada tanding ideologi. Ia...