Sabtu, 8 Muharram 1436 / 01 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pegang Prinsip Islam, Hasyim Muzadi Tolak Hadiri HUT Israel

Selasa, 01 Mei 2012, 09:52 WIB
Komentar : 1
Republika
KH Hasyim Muzadi
KH Hasyim Muzadi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Kedatangan 10 orang Indonesia dari kalangan politisi dan pengusaha ke perayaan ulang tahun negara Israel pada Kamis (26/4) lalu menuai kecaman.

"Saya juga dapat undangan untuk datang ke perayaan itu, tapi saya tidak datang,"sebut mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Hasyim Muzadi, Selasa (1/5).

Ketidakhadiran sang kiai dikarenakan prinsip dan komitmennya sebagai tokoh umat Islam. "Jika memenuhi undangan berarti bertentangan dengan kepentingan kaum muslimin dan mukaddimah UUD 1945 yang anti penjajahan," tegas pengasuh pesantren mahasiswa Al-Hikam ini.

Dia pun memandang kekurangpahaman kesepuluh orang tadi karena tidak mempunyai komitmen kuat yang disertai pengetahuan tentang agama, sosial, dan politik yang mumpuni terkait hubungan Indonesia-Israel.

Setidaknya ada 10 tamu dari Indonesia yang hadir pada peringatan 64 tahun lahirnya negara Zionis itu. Mereka adalah politikus dari Partai Nasional Demokrat bersama istri, perwakilan dari organisasi pemuda Islam, pengusaha, dan pejabat KADIN (Kamar Dagang dan Industri).

Mereka datang atas undangan Duta Besar Israel buat Singapura Amira Arnon. Arnon menyebut rombongan dari Indonesia itu kawan Israel. Perayaan kemerdekaan Israel itu mengambil waktu sesuai penanggalan Yahudi. Kalau mengikuti kalender Masehi, ulang tahun Israel dilangsungkan setiap 14 Mei.

Reporter : Indah Wulandari
Redaktur : Hafidz Muftisany
Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya ketika saling berjumpa di hari Ied mereka mengucapkan: Taqabbalallahu Minna Wa Minka (Semoga Allah menerima amal ibadah saya dan amal ibadah Anda)(HR Imam Ahmad dalam Al Mughni (3/294))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ini Pembahasan Presiden Rwanda dan Ketua DPD RI
JAKARTA --  Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman kedatangan Presiden Rwanda, Paul Kagame di Komplek Parlemen Senayan, Jumat (31/10). Ada beberapa hal...