Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register
  • Meskipun diguyur hujan deras, ratusan warga Tanah Merah, Jakarta Utara, berunjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (30/4). (Republika/Aditya Pradana Putra)

  • Meskipun diguyur hujan deras, ratusan warga Tanah Merah, Jakarta Utara, berunjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (30/4). (Republika/Aditya Pradana Putra)

  • Meskipun diguyur hujan deras, ratusan warga Tanah Merah, Jakarta Utara, berunjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (30/4). (Republika/Aditya Pradana Putra)

  • Meskipun diguyur hujan deras, ratusan warga Tanah Merah, Jakarta Utara, berunjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (30/4). (Republika/Aditya Pradana Putra)

  • Meskipun diguyur hujan deras, ratusan warga Tanah Merah, Jakarta Utara, berunjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (30/4). (Republika/Aditya Pradana Putra)

  • Meskipun diguyur hujan deras, ratusan warga Tanah Merah, Jakarta Utara, berunjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (30/4). (Republika/Aditya Pradana Putra)

In Picture: Aksi Warga Tanah Merah

Senin, 30 April 2012, 19:57 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Meskipun diguyur hujan deras, ratusan warga Tanah Merah, Jakarta Utara, berunjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (30/4).

Pada aksi unjuk rasa yang sebelumnya berulang kali mereka lakukan tersebut mereka menuntut untuk segera diterbitkannya kartu tanda penduduk untuk mereka. Sementara, pemerintah setempat mengungkapkan belum diterbitkannya KTP bagi warga Tanah Merah disebabkan kawasan tersebut bukan merupakan zona aman atau saat ini di wilayah tersebut masih tertanam banyak pipa dan tangki penampuangan bahan bakar minyak (BBM).

Redaktur : Sadly Rachman
2.104 reads
FOTO SEBELUMNYA
FOTO TERPOPULER
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda