Senin, 30 April 2012, 17:01 WIB

Ini Hadiah Presiden SBY untuk Para Buruh di Indonesia

Red: Djibril Muhammad
Antara/Andika Wahyu
Menakertrans Muhaimin Iskandar menyimak pernyataan anggota Komisi IX DPR saat rapat kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (8/9).
Menakertrans Muhaimin Iskandar menyimak pernyataan anggota Komisi IX DPR saat rapat kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (8/9).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Mungkin perayaan hari buruh pada 1 Mei mendatang, terasa berbeda dengan perayaan-perayaan sebelumnya. Sebab, pada perayaan Selasa (1/5) besok, kabarnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menyiapkan hadiah bagi para buruh.

Hal itu diungkapkan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar. "Hadiah yang pertama PTKP (pendapatan tidak kena pajak) dari sebelumnya Rp 1,3 juta menjadi 2 juta," katanya usai rapat internal di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (30/4).

Kedua, Presiden juga telah memerintahkan untuk menyiapkan pembangunan rumah sakit untuk buruh. Untuk tahap awal ini akan dibangun di tiga titik yakni Tangerang, Bekasi dan Jawa Timur. "Yang ketiga hadiahnya transportasi murah untuk buruh di kawasasn industri," katanya.

Menurut Muhaimin, guna menyiapkan transportasi untuk buruh tersebut, segera dibeli dalam waktu dekat 200 bus sebagai permulaan untuk tiga titik kawasan industri yaitu Tangerang, Bekasi, Jawa Timur dan Batam. Presiden juga telah memerintahkan untuk pembangunan rumah murah bagi buruh.

"Telah dibuat skemanya, baik itu yang sifatnya rumah susun sewa maupun rumah biasa yang bantuan uang mukanya dari pemerintah." katanya.

Untuk rumah buruh murah tersebut, nantinya Kemenakerstrans akan bekerja sama dengan Kementerian Perumahan Rakyat. Ia mengatakan, pembiayaan dari program-program itu akan menggunakan anggaran pemerintah pusat (APBN), anggaran pemerintah daerah (APBD) dan dana tanggung jawab sosial badan usaha milik negara (BUMN).

Sementara itu, menyambut hari buruh, ia menghimbau, agar para pekerja tidak meningglakn pekerjaannya untuk turun ke jalan. Namun demikian, bila demonstrasi dilangsungkan, ia meminta tetap berlangsung secara tertib dan sesuai aturan yang berlaku.

Sumber : Antara