Sabtu, 25 Zulqaidah 1435 / 20 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Putrinya Dituduh Pelaku Video Porno, Ini Tanggapan Gubernur Kalbar

Rabu, 25 April 2012, 16:30 WIB
Komentar : -1
video mesum/ilustrasi
video mesum/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis MH menduga ada motif politik di balik tuduhan putrinya yang menjadi pemeran video porno anggota DPR.

“Kalau saya lihat sih ya karena saya juga terjun di dunia politik, ya memang namanya politik,” katanya saat ditemui di pameran Inacraf, Rabu (25/4).

Putri Cornelis, berinisial K diduga menjadi pemeran dalam video porno yang melibatkan politisi partai besar. Video itu beredar di dunia maya. Cornelis menilai, muatan persaingan politik dalam penyebaran video porno tersebut sangat kental.

"Sangat kuat, jelas ada (kecurigaan)," katanya.

Hal ini menurutnya bisa terjadi, untuk menyerang dirinya yang akan menyalonkan diri kembali sebagai Gubernur Kalimantan Barat. Terlebih putrinya, juga saat ini merupakan wakil rakyat.

Politikus PDIP ini telah meminta penjelasan langsung kepada putrinya tentang tuduhan tersebut. Cornelis mengatakan putrinya telah membantah tuduhan itu.

"Itu enggak benar, itu palsu," ujar Cornelis mengutip anaknya.

Kalaupun video itu pada perkembangannya benar, Cornelis mengatakan hal itu bukan menjadi urusannya. Apalagi kedua orang yang terekam dalam video sudah dewasa dan menjadi urusan masing-masing.

“Bukan urusan saya. Sudah dewasa anggota dewan itu. Sendiri-sendiri kan,” katanya.

Namun sebagai orang tua, ia mengaku sedih jika.

“Isu ini sebagai orang tua kalau memang betul, sedihlah,” katanya.

 


Reporter : Esthi Maharani
Redaktur : Hazliansyah
Barang siapa yang mentaatiku berarti ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang mendurhakai perintahku, maka berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa yang mematuhi pemimpin berarti ia telah mematuhiku dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin berarti ia telah mendurhakaiku(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gadai SK, Jadi Cerminan Masalah RUU Pilkada?
 MAKASSAR -- Belakangan ini banyak anggota DPRD terpilih yang menggadaikan SK. Terkaiy hal tersebut pakar komunikasi politik Effendi Gazali menilai itu sebuah hal...