Friday, 6 Safar 1436 / 28 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Panglima TNI: Peristiwa Gorontalo Hanya Salah Paham

Tuesday, 24 April 2012, 15:11 WIB
Komentar : 1
Antara/Ujang Zaelani
Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono
Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan, peristiwa yang terjadi di Gorontalo adalah sebuah kesalahpahaman. Hal itu terjadi antara anggota satuan Kostrad dengan Brimob. Ia juga tak ingin menyebutnya sebagai istilah bentrokan.

"Itu cuma kesalahpahaman saja," ujarnya saat ditemui usai acara Asean Chiefs Miitary Medicine Conference (ACMMC) di Jakarta, Selasa (24/4). Menurut dia, sejak kedua belah pihak melakukan pertemuan, TNI dan Polri sudah sepakat menindaklanjuti hal tersebut sesuai dengan hukum yang berlaku. Jika terbukti ada pihak yang bersalah, baik TNI maupun Kepolisian, kata dia, maka akan dijatuhi hukuman.

Tak hanya itu, pihaknya juga menolak akan adanya pernyataan yang menyebut TNI dan Polri selalu terjadi ketidakharmonisan. Menurut Laksamana, peristiwa yang berkecamuk belakangan hanya merupakan riak kecil di antara kedua pihak. Karena itu, pihaknya menganggap riak-riak tersebut hanya menjadi tantangan yang harus dihadapi tiap harinya. "Kita (TNI dan Polri-Red) selalu kompak," kata dia.

Saat ini, pihaknya mengaku masih melakukan pendalaman mengenai asal muasal terjadinya peristiwa tersebut. Dalam hal tersebut, Agus mengaku masih menunggu laporan dari Pangdam Gorontalo. Pada proses hukumnya, kata dia, saat ini telah ditangani oleh Polisi Militer (POM).

Menurut dia, peristiwa yang terjadi belakangan dapat dijadikan sebuah pelajaran antara TNI dan Polri. Yang dalam hal tersebut adalah bagaimana cara menyatukan dua institusi tersebut.

Reporter : Ahmad Reza Safitri
Redaktur : Dewi Mardiani
Harta itu lezat dan manis, siapa yang menerimanya dengan hati bersih, ia akan mendapat berkah dari hartanya tersebut(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Menang Besar Garuda Tetap Tersingkir, 'Sakitnya tuh Disini'
HANOI -- Meski menang besar atas Laos (5-1), Indonesia tetap tak lolos ke babak semifinal Piala AFF 2014. Hal ini lantaran Vietnam berhasil...